Berita

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Demo RUU Ketenagakerjaan ke DPR pada 10 Agustus Ditunda

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 12:29 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rencana aksi unjuk rasa yang diperkirakan melibatkan 50 ribu buruh di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 10 Agustus 2026, resmi ditunda.

Keputusan itu diambil Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) setelah muncul kekhawatiran adanya kelompok yang berpotensi menyusup atau memanfaatkan aksi untuk kepentingan di luar perjuangan buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus bagian dari KBPBI, Andi Gani Nena Wea mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mencermati perkembangan situasi di lapangan.


"Kami mencermati ada kelompok-kelompok yang memang sudah menunggu gerakan buruh ini. Kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut berpotensi menumpang dalam aksi buruh yang tergabung di KBPBI," kata Andi Gani, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, Presidium KBPBI memilih menunda aksi sebagai langkah antisipasi agar perjuangan buruh tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain. Langkah tersebut juga diambil untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah keresahan masyarakat.

"Kami memikirkan kondisi bangsa ini dan juga situasi masyarakat yang mulai resah dengan kabar soal kerusuhan Agustus," kata Andi Gani.

Meski demikian, penundaan aksi tidak mengubah tuntutan utama buruh. KBPBI menegaskan tetap akan mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dan mendesak DPR segera memproses regulasi tersebut melalui jalur konstitusional.

"Kami tidak menginginkan seperti Omnibus Law, jadi berjejal, berjilid-jilid dan sangat panjang, dan perlawanan sangat keras di seluruh Indonesia," tegas Andi.

Sebelum merencanakan aksi massa, KBPBI telah melakukan safari politik ke sejumlah fraksi DPR dengan menyerahkan draf RUU Ketenagakerjaan yang disusun bersama 18 konfederasi dan 157 federasi serikat pekerja. 

Koalisi juga telah bertemu Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sembari berharap DPR segera merespons usulan tersebut agar pembahasan RUU Ketenagakerjaan tidak memicu eskalasi konflik seperti saat pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya