Berita

Gedung Bank Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

BI Catat Capital Inflow 9 Miliar Dolar AS Usai BI Rate Naik

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 11:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) menyebut kebijakan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) pada Mei dan Juni 2026 berhasil memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan, keputusan menaikkan BI Rate diambil di tengah tingginya ketidakpastian global, yang membuat harga minyak dunia melonjak serta menyebabkan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.

"Pada saat 2 bulan periode tersebut kondisi global itu sangat volatile. Kemudian juga kita melihat ekspektasi bahwa Fed Fund rate itu akan naik lebih cepat dibandingkan perkiraan awal. Kemudian juga harga minyak pada saat itu pas tinggi-tingginya. Dan tekanan kepada Rupiah juga pada saat itu lagi tinggi-tingginya," kata Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.


Menurut Destry, penyesuaian BI Rate dirancang untuk meningkatkan daya tarik aset berdenominasi Rupiah melalui imbal hasil yang lebih kompetitif. Langkah tersebut dinilai efektif menjaga kepercayaan investor di tengah gejolak global.

Ia menegaskan, kebijakan moneter yang lebih ketat tidak menghambat fungsi intermediasi perbankan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit yang masih berada di atas 12 persen secara tahunan pada Juni 2026.

"Di bulan Juni kemarin tumbuh di atas 12 persen. Sementara pada saat yang sama kita menghadapi tekanan di stabilitas kita. Yaitu khususnya untuk Rupiah dan juga untuk inflasi yang trendnya kemarin naik di volatile food," ungkapnya.

Selain menjaga stabilitas, kenaikan BI Rate juga berdampak pada derasnya aliran modal asing ke pasar domestik. Sepanjang kuartal II 2026, BI mencatat capital inflow sekitar 8,5 miliar Dolar AS hingga 9 miliar Dolar AS yang sebagian besar mengalir ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Inflow masuk ke memang saat ini baru di SBN dan SRBI. Sehingga di kuartal 2 kenaikannya cukup signifikan. Sehingga in total sudah terjadi inflow sekitar 8,5 sampai 9 miliar Dolar AS," tuturnya.

Dari sisi inflasi, BI juga mencatat perbaikan. Inflasi komponen bergejolak (volatile food) turun dari lebih dari 5 persen menjadi sekitar 2,5 persen. Sementara inflasi inti tetap terjaga di level 2,76 persen.

Adapun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 2,88 persen, lebih rendah dibandingkan kisaran 3 persen pada bulan sebelumnya. Menurut Destry, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi tetap berjalan sehat tanpa memicu tekanan inflasi yang berlebihan.

"Jadi artinya pergerakan ekonomi yang terjadi itu tidak mendorong overheating atau tidak mendorong ekonomi secara keseluruhan naik. Jadi itu dampak kita bisa lihat stabilitas bisa terjaga sehingga kalau kita lihat juga pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini cukup terkendali," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya