Berita

Ilustrasi

Bisnis

Harga Minyak Dunia Anjlok 7 Persen

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia anjlok cukup tajam, bahkan menyentuh level terendah dalam tiga pekan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyatakan masih membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran. 

Pada penutupan perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, harga minyak mentah Brent ditutup turun 6,35 persen atau 7 persen menjadi 83,77 Dolar AS per barel. 

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 4,33 Dolar AS atau 5,1 persen ke 80,34 Dolar AS per barel. Ini merupakan penutupan terendah Brent sejak 13 Juli.


Pasar sebelumnya sempat khawatir konflik AS-Iran akan mengganggu pasokan minyak dari kawasan Teluk, yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Namun, kekhawatiran tersebut mereda setelah Trump menunda aksi militer dan mengklaim pembicaraan dengan Iran masih berlangsung.

Di sisi lain, Iran membantah pernyataan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS maupun rencana pertemuan dalam waktu dekat.

Selain minyak mentah, harga bensin dan solar di AS juga turun sekitar 5 persen selama perdagangan Senin.

Dari sisi pasokan, kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu menyetujui kenaikan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September. 

Namun, analis menilai tambahan produksi tersebut belum tentu langsung meningkatkan pasokan global karena ekspor dari kawasan Teluk, Rusia, dan Kazakhstan masih berisiko terganggu akibat konflik di Timur Tengah dan perang Ukraina.

Sementara itu, ancaman keamanan di jalur pelayaran juga masih membayangi pasar. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah kapal tanker super milik Arab Saudi mengubah rute mengelilingi Afrika setelah kelompok Houthi di Yaman mengancam akan menyerang kapal-kapal Saudi. Meski demikian, beberapa kapal tanker bermuatan minyak Saudi tetap melintasi Selat Bab el-Mandeb, sementara lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat menyusul laporan serangan terhadap sejumlah kapal.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya