Berita

Program BRI untuk pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. (Foto: Dok. BRI)

Bisnis

BRI Bekali PMI di Taiwan Kemampuan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan

KAMIS, 30 JULI 2026 | 16:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru Indonesia, BRI melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menghadirkan program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. 

Kick-off program ini dilaksanakan di Heelung District Fishermen’s Association, Keelung City, Taiwan, pada Minggu 26 Juli 2026, dan diikuti oleh 50 PMI dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program ini, peserta memperoleh berbagai pelatihan yang dirancang secara praktis dan aplikatif, mulai dari membangun mindset kewirausahaan dan validasi ide bisnis, literasi keuangan serta pengelolaan remitansi, penyusunan business plan, manajemen usaha yang mencakup aspek produksi, pemasaran, dan keuangan, hingga branding serta pemasaran digital. 


Selain memperoleh pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan bisnis secara modular agar rencana usaha yang disusun dapat diimplementasikan dan berkembang secara berkelanjutan.

Tidak hanya meningkatkan kapasitas kewirausahaan, program ini juga bertujuan membangun jejaring usaha antarsesama PMI, memperkuat literasi keuangan, serta mengarahkan tabungan dan remitansi menjadi modal usaha produktif. 

Program ini juga memperkenalkan berbagai layanan BRI yang dapat dimanfaatkan peserta, mulai dari layanan remitansi, tabungan, hingga akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai dukungan dalam mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Salah satu PMI yang mengikuti kegiatan ini adalah Sevi Astinih, wanita asal Indramayu, Jawa Barat. Bagi Sevi, mengikuti program tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperluas jejaring dengan sesama PMI yang memiliki semangat dan tujuan yang sama.

"Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana mengelola pendapatan, menyusun perencanaan keuangan, hingga memahami pentingnya investasi dan tabungan. Semua materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami," tutur Sevi dikutip Kamis 30 Juli 2026.

Lebih dari sekadar berbagi pengalaman dengan sesama PMI, Sevi merasakan bahwa materi yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan para pekerja migran. Bekal pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, investasi, dan penyusunan rencana usaha semakin menguatkan tekadnya untuk kembali mengembangkan usaha yang sempat tertunda di Indonesia.

"Saya memiliki cita-cita untuk kembali mengembangkan usaha saya di Indonesia yang sempat tertunda. Semoga teman-teman PMI lainnya juga semakin termotivasi. Saya merasa senang karena BRI Peduli bukan hanya hadir mendukung kami selama bekerja di luar negeri, tetapi juga mempersiapkan kehidupan kami setelah kembali ke Indonesia," ujar Sevi.

Terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa pemberdayaan PMI merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang bekerja di luar negeri.

"BRI meyakini bahwa remitansi yang dihasilkan oleh para PMI tidak hanya menjadi sumber penghidupan keluarga, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan," ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan, program pemberdayaan ini dibangun dengan prinsip bahwa remitansi perlu dikelola sebagai instrumen kemandirian ekonomi, bukan semata untuk konsumsi. 

Oleh karena itu, BRI mendorong para PMI agar mampu menyusun rencana usaha yang terukur, memiliki nilai tambah, diferensiasi produk, serta mampu memitigasi risiko usaha sehingga dapat berkembang secara berkelanjutan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya