Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Saham Microsoft Melonjak 8 Persen Usai Laba Lampaui Ekspektasi

KAMIS, 30 JULI 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Microsoft melesat sekitar 8 persen setelah perusahaan merilis laporan keuangan yang jauh lebih baik dari perkiraan analis, menunjukkan permintaan terhadap layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI) Microsoft masih sangat kuat.

Dikutip dari CNBC International, Kamis, 30 Juli 2026, pada kuartal IV tahun fiskal 2026, Microsoft mencatat pendapatan sebesar 90,01 miliar Dolar AS, lebih tinggi dari perkiraan analis yang sebesar 87,62 miliar Dolar AS. Laba bersih perusahaan juga naik menjadi 35,77 miliar Dolar AS, didorong oleh kuatnya pertumbuhan bisnis cloud Azure serta keuntungan dari investasi di perusahaan AI, Anthropic.

Pendorong utama kinerja Microsoft berasal dari Azure, layanan cloud andalannya. Pendapatan Azure tumbuh 43 persen dibandingkan tahun lalu, bahkan untuk pertama kalinya mencetak pendapatan tahunan di atas 100 miliar Dolar AS. Microsoft juga memperkirakan pertumbuhan Azure akan tetap kuat pada kuartal berikutnya.


Perusahaan juga semakin diuntungkan dari tingginya minat terhadap layanan AI. Microsoft mengungkapkan jumlah pelanggan berbayar Microsoft 365 Copilot kini telah melampaui 30 juta, naik signifikan dibandingkan sekitar 20 juta pada April lalu. Sementara itu, GitHub Copilot telah digunakan oleh sekitar 50 juta pengguna.

Meski demikian, tidak semua lini bisnis mencatat hasil positif. Divisi yang membawahi Windows, Surface, Bing, dan Xbox mengalami penurunan pendapatan. Penjualan lisensi Windows ke produsen komputer turun 7 persen, sedangkan pendapatan Xbox menyusut 10 persen seiring lesunya pasar PC dan langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan.

Di tengah besarnya permintaan AI, Microsoft menegaskan tetap akan menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur pendukung. Belanja modal perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 175 miliar Dolar AS pada tahun fiskal 2026 dan masih akan meningkat pada tahun berikutnya.

Microsoft juga memberikan proyeksi pendapatan kuartal berikutnya yang lebih tinggi dari perkiraan pasar. Prospek tersebut menjadi salah satu alasan investor kembali memburu saham Microsoft, yang sebelumnya sempat tertekan sepanjang tahun akibat kekhawatiran terhadap persaingan di industri AI.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya