Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

KAMIS, 30 JULI 2026 | 06:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa bergerak melemah dipicu aksi jual di sektor barang mewah saat investor mencermati laporan keuangan emiten-emiten besar.

Pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, waktu setempat, indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,29 persen atau 1,88 poin ke level 645,01. Tekanan terbesar datang dari sektor barang mewah yang anjlok 2,4 persen.

Di bursa utama Eropa, DAX Jerman turun tipis 0,01 persen ke level 25.460,48 dan CAC 40 Prancis melemah 0,60 persen menjadi 8.408,27. Sementara itu, FTSE 100 Inggris justru menguat 0,34 persen ke posisi 10.908,41.


Pergerakan saham di sektor barang mewah berlangsung beragam. Saham Kering, pemilik merek Gucci, melonjak hampir 17 persen setelah penjualan Gucci pada kuartal II turun lebih kecil dari perkiraan pasar. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar bagi saham Kering sejak 2002.

Sebaliknya, saham Hermes anjlok 11 persen, menjadi penurunan harian terdalam sejak 2010. Meski penjualan kuartal II sesuai ekspektasi, perusahaan mengaku belum melihat pemulihan permintaan di China, pasar terbesarnya.

Sektor teknologi juga masih tertekan dengan penurunan 0,4 persen untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan dipimpin saham ASM International yang turun 4,8 persen, meski perusahaan menyampaikan prospek bisnis yang optimistis.

Di sisi lain, sektor energi menjadi penopang pasar dengan kenaikan 2,2 persen setelah harga minyak Brent melonjak hampir 8 persen hingga menembus 90 Dolar AS per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Dari pergerakan saham lainnya, Sopra Steria melonjak 13,6 persen setelah menaikkan target pertumbuhan pendapatan tahun ini. Glencore naik 2,8 persen berkat peningkatan produksi tembaga pada semester pertama, sementara Deutsche Bank menguat 1 persen setelah membukukan laba kuartal II yang melampaui ekspektasi pasar.

Sebaliknya, saham Aberdeen turun 4,3 persen setelah mencatat arus dana keluar bersih sebesar 3 miliar poundsterling pada semester pertama, berlawanan dengan perkiraan analis yang sebelumnya memperkirakan arus dana masuk bersih.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya