Berita

Pemerhati masalah sosial, politik, dan kebijakan publik Sugiyanto. (Foto: RMOL)

Politik

Musuh Bangsa Bukan Londo Ireng, tapi KKN

KAMIS, 30 JULI 2026 | 05:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam pidatonya di Puncak Harlah ke-28 PKB, Presiden Prabowo Subianto menyebut londo ireng masih ada hingga sekarang. 

Prabowo menyinggung bahwa londo ireng masih ada yang bersembunyi di balik identitas atau pekerjaan tertentu.

Merespons hal itu, pemerhati masalah sosial, politik, dan kebijakan publik Sugiyanto mengatakan, bagi bangsa Indonesia, musuh sesungguhnya saat ini bukan lagi kolonialisme atau sekadar perdebatan mengenai istilah londo ireng.


"Musuh yang nyata adalah penyalahgunaan kekuasaan, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), keserakahan, kemiskinan, kesenjangan sosial, rendahnya integritas, serta tata kelola keuangan negara yang belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat," kata Sugiyanto, dikutip Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Sugiyanto, deretan masalah itulah yang menjadi tantangan utama bangsa Indonesia.

"Itu yang harus dihadapi Indonesia, bukan memperdebatan istilah londo ireng maupun pelabelan seperti pribumi pembelot, pengkhianat, atau pendukung penjajah," kata Sugiyanto.

Apabila istilah londo ireng dimaknai sebagai pribumi yang berkhianat dan berpihak kepada penjajah pada masa lalu, maka dalam konteks Indonesia saat ini, makna tersebut lebih tepat ditujukan kepada mereka yang mengkhianati kepentingan bangsa dan rakyat. 

"Mereka adalah para koruptor, pemimpin dan pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, serta para konglomerat hitam yang merampas hak-hak rakyat dan mengeksploitasi kekayaan negara demi kepentingan pribadi atau kelompok," pungkas Sugiyanto.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya