Berita

Launching Petisi dan Diskusi Publik bertajuk "Bahaya Remiliterisasi Bagi Demokrasi" di Jakarta, pada Rabu 29 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Zainal Arifin Mochtar:

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

RABU, 29 JULI 2026 | 21:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menerapkan budaya latihan militer kepada sipil tidak seharusnya dilakukan. Terlebih, ketika terlanjur dilakukan justru menimbulkan korban jiwa.

Begitu dikatakan akademisi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar merespon berjalannya pelatihan dasar militer pada calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan merah Putih.

Kata dia, meninggalnya 5 orang peserta pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah bukti nyata efek negatif militerisasi ruang sipil. 


"Kami memandang militerisasi sipil telah berdampak signifikan terhadap terjadinya kekerasan terhadap warga sipil," kata Zainal dalam Launching Petisi dan Diskusi Publik bertajuk "Bahaya Remiliterisasi Bagi Demokrasi" di Jakarta, pada Rabu 29 Juli 2026.

Kata dia, hal penting yang harus dikuasai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah kecakapan manajemen dan keuangan.

Sehingga, sambungnya, program pelatihan berbudaya militer tidak seharusnya diberikan kepada pada calon manajer tersebut.

"Seharusnya kekuasaan tidak perlu mengagendakan pelatihan dasar kemiliteran dalam program tersebut, karena yang dibutuhkan adalah pelatihan manajemen, marketing, akuntansi, dan antikorupsi (anti-fraud)," bebernya.

Dia pun berharap pelatihan berbudaya militer pada masyarakat sipil seperti calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Pemerintah perlu menghentikan bentuk-bentuk pelatihan militer yang diperuntukkan bagi masyarakat sipil," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya