Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli kurnia. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Golkar Serahkan Sepenuhnya Nasib Bupati Pemalang ke KPK

RABU, 29 JULI 2026 | 17:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengaku prihatin karena belakangan semakin banyak kepala daerah yang terjaring OTT.

“Saya semakin terheran-heran ya, kenapa hampir setiap minggu ada saja Kepala Daerah yang terjerat OTT. Apa mereka para kepala daerah sudah tidak faham lagi membedakan mana tindakan korupsi mana yang tidak ya?” ujar Doli kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.


Di sisi lain, Doli juga mempertanyakan fenomena maraknya OTT terhadap kepala daerah. Menurutnya, muncul pertanyaan apakah ada faktor lain di balik rentetan penindakan tersebut.

"Atau memang ada skenario, yang entah dari siapa dan motifnya apa, untuk menampilkan parade korupsi dan tontonan “show up” penangkapan para Kepala Daerah. Saya juga lama-lama kehabisan komentar dengan fenomena ini,” tegas Anggota Komisi II DPR RI ini.

Kendati begitu, Doli menegaskan Partai Golkar tetap berkomitmen mendukung upaya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

Menurutnya, komitmen tersebut berlaku termasuk apabila pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi merupakan kader atau kepala daerah yang diusung Partai Golkar.

“Tentu Golkar mempunyai komitmen terhadap setiap upaya apapun dalam rangka pemberantasan korupsi, dan tidak ada tebang pilih. Sekalipun Kepala Daerah yang diduga melakukan itu adalah kader Golkar atau yang pernah diusung oleh Partai Golkar, apabila memang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, kami menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya lagi.

Doli menambahkan, Golkar akan terus melakukan pembinaan kepada seluruh kadernya agar mengedepankan langkah-langkah pencegahan dan menjauhi praktik korupsi.

“Sembari kami tetap terus berupaya melakukan pembinaan terhadap seluruh kader agar lebih mengedepankan upaya pencegahan untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya