Berita

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. (Foto: Dok. RMOLJateng)

Hukum

OTT Bupati Pemalang Bikin Gubernur Jateng Tepuk Jidat: Menus-menus Kakehen Doso!

RABU, 29 JULI 2026 | 15:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro membuat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tepuk jidat.

Luthfi mengaku sangat menyesalkan insiden hukum yang kembali mencoreng tata kelola pemerintahan di wilayah yang dipimpinnya tersebut.

"Secara dinas saya sebagai gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali yang sedalam-dalamnya," ujar Luthfi merespons kabar dugaan gratifikasi dan jual beli jabatan di Pemalang, Rabu, 29 Juli 2026.


Meski demikian, Luthfi meminta publik dan media untuk bersabar menunggu penjelasan detil dari lembaga antirasuah.

"Nanti tunggu keterangan resmi KPK. Nanti kalau aku ngomong salah lagi," tegasnya.

Luthfi tak menampik praktik rasuah kerap menyelimuti kepala daerah termasuk di Jateng. Tercatat sepanjang tahun 2026, KPK sudah melakukan 12 OTT terhadap kepala daerah, 5 di antaranya berasal dari Jawa Tengah.

Luthfi tak dapat menyembunyikan rasa prihatinnya. Padahal, pembinaan dan peringatan sudah berulang kali diberikan.

"Saya kumpulin, saya ajarin sudah. Tapi tetap, namanya menungso, menus-menus kakehen doso (manusia, banyak dosanya), tetap saja dilakukan. Kita sudah menjalankan kewajiban untuk mengingatkan," tuturnya.

Ditanya apakah dirinya merasa lelah (capek) terus-menerus menghadapi kasus kepala daerah di Jateng yang tertangkap tangan oleh KPK, mantan Kapolda Jateng itu hanya melempar seloroh berbalut kepasrahan.

"Tidak hanya Jateng, semuanya ya. Itu tinggal sluman slumun slamet, sopo sing keno (siapa yang kena)," pungkas Luthfi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya