Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Foto: RMOLJateng)

Hukum

Gubernur Jateng Prihatin Bupati Pemalang Kena OTT KPK

RABU, 29 JULI 2026 | 14:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengaku sangat prihatin dan menyesalkan masih adanya kepala daerah di Jawa Tengah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan gratifikasi.

Keprihatinan tersebut beralasan mengingat Pemprov Jateng telah melakukan berbagai upaya sistematis dan massif untuk membentengi para kepala daerah dari tindakan koruptif.

"Secara dinas sebagai gubernur saya sangat prihatin dan menyesal yang sedalam-dalamnya. Langkah pembinaan sudah sangat banyak kita lakukan untuk Jawa Tengah, mulai dari retret, Korsupgah KPK diundang, hingga Deputi Pencegahan sudah dua kali memberikan pengarahan," ungkap Luthfi dikutip Rabu, 29 Juli 2026.


Berbagai langkah pencegahan korupsi sudah dilakukan Pemprov Jateng terhadap kepala daerah, mulai dari kegiatan retret kepemimpinan, penandatanganan pakta integritas, MoU pencegahan korupsi, hingga menghadirkan Deputi Pencegahan dan Tim Korsupgah KPK secara berkala.

Bahkan dalam beberapa kali pengumpulan kepala daerah, Pemprov Jateng memberlakukan aturan ketat seperti mengumpulkan telepon seluler di luar ruangan agar arahan mengenai pencegahan korupsi dapat diserap secara fokus dan maksimal.

Meskipun instrumen pengawasan dan edukasi pencegahan korupsi dari lembaga antirasuah telah diberikan, Luthfi menegaskan bahwa efektivitas pencegahan korupsi amat bergantung pada komitmen moral masing-masing pejabat dalam mengelola tata kelola anggaran daerah.

"Kita sudah nyinyir mengingatkan terus-menerus agar menjaga integritas. Namun ini semua kita kembalikan pada fakta yuridis dan kesadaran masing-masing pejabat publik di lapangan," tutupnya.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi salah satu pihak yang terjaring OTT KPK pada Selasa malam, 28 Juli 2026. Anom ditangkap saat berasa di Jakarta usai menghadiri kegiatan di salah satu kementerian.

Anom kena OTT bersama dengan 20 orang lainnya. Dari 21 orang yang di-OTT, lima orang diamankan di Jakarta termasuk Anom, 15 orang di Kabupaten Pemalang, dan satu orang di Purworejo.

Anom diduga menerima sejumlah uang berkaitan proyek di lingkungan Pemkab Pemalang serta praktik jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya