Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Minta Pamong Praja Tinggalkan Birokrasi Berbelit, Utamakan Rakyat

RABU, 29 JULI 2026 | 11:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para Pamong Praja Muda (PPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke-33 agar menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas. 

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan kepada para PPM usai pelantikan di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026. 

Prabowo menekankan bahwa masyarakat tidak lagi menginginkan pelayanan publik yang lamban dan berlapis-lapis. Sebaliknya, rakyat membutuhkan aparatur yang mampu bekerja cepat, profesional, dan hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. 


"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya," ujar Prabowo.

Dia menambahkan, rakyat mengharapkan aparatur yang bekerja secara jujur, disiplin, bersih, bebas dari korupsi, berani mengambil keputusan, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. 

"Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dan dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak," jelasnya.

Karena itu, Prabowo meminta seluruh pamong praja muda menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan integritas. 

Dia mengingatkan bahwa di mana pun mereka bertugas, masyarakat akan memandang mereka sebagai wajah negara. 

"Di mana pun saudara bertugas, ingat, saudara adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap saudara, dari penampilan saudara, rakyat menilai apakah negara kita hadir atau tidak, apakah negara kita tertib atau tidak, apakah negara kita membanggakan atau tidak, apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak," jelas dia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya