Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Piala Dunia Dongkrak Penjualan, Coca-Cola Naikkan Target Laba 2026

RABU, 29 JULI 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Coca-Cola berhasil mencatat kinerja kuartal II 2026 yang lebih baik dari perkiraan analis. 
Kenaikan permintaan terhadap berbagai produk minumannya, yang turut didorong oleh momentum Piala Dunia 2026, membuat perusahaan optimistis sehingga menaikkan proyeksi kinerja untuk sepanjang tahun ini.
Sentimen positif itu langsung disambut pasar. Saham Coca-Cola melonjak sekitar 5 persen pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, setelah perusahaan melaporkan pendapatan dan laba yang melampaui perkiraan Wall Street serta menaikkan target kinerja tahunan.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, CEO Coca-Cola Henrique Braun mengatakan Piala Dunia menjadi ajang penting untuk memperkuat merek-merek perusahaan di mata konsumen. Menurutnya, kampanye pemasaran selama turnamen berhasil mendorong permintaan terhadap sejumlah produk.


"Selama Piala Dunia, kami benar-benar memiliki kesempatan besar untuk menonjolkan merek-merek kami. Saat jeda hidrasi dalam pertandingan, Powerade hadir di sana," kata Braun , dikutip Rabu, 29 Juli 2026.

Coca-Cola kini memperkirakan pertumbuhan laba per saham (earnings per share/EPS) yang sebanding sebesar 9-10 persen, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 8-9 persen. Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan organik sekitar 5 persen, berada di batas atas kisaran proyeksi sebelumnya sebesar 4-5 persen.

Kinerja keuangan perusahaan juga melampaui perkiraan analis. Laba per saham yang disesuaikan mencapai 97 sen AS, lebih tinggi dari estimasi 93 sen AS. Pendapatan naik menjadi 13,38 miliar Dolar AS, melampaui perkiraan 13,16 miliar Dolar AS, sementara laba bersih meningkat menjadi 4,43 miliar Dolar AS dari 3,81 miliar Dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Braun mengatakan kondisi ekonomi global masih penuh tantangan karena banyak konsumen menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Namun, menurutnya, permintaan terhadap produk Coca-Cola tetap kuat.

"Perekonomian masih kuat di banyak negara, tetapi banyak konsumen menghadapi tekanan inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan tantangan ekonomi. Mereka kini lebih mempertimbangkan cara berbelanja, apa yang mereka hargai, dan produk apa yang ingin mereka masukkan ke keranjang belanja," ujarnya.

Selama kuartal II, volume penjualan global Coca-Cola tumbuh 5 persen, dengan seluruh wilayah operasional mencatat kenaikan. Produk Coca-Cola membukukan kenaikan volume 5 persen, tertinggi dalam 17 tahun di luar masa pandemi, sementara Powerade naik 8 persdn berkat kampanye Piala Dunia. Selain itu, Coca-Cola Zero Sugar mencatat pertumbuhan volume 16 persen, sedangkan Diet Coke meningkat 7 persen.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya