Berita

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di sebuah kafe di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10). (Foto: RMOL)

Politik

Kaesang vs Puan, Pertarungan Dua Anak Presiden di Dapil Neraka

RABU, 29 JULI 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Deklarasi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk maju sebagai calon anggota legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah dinilai Pengamat politik Nurul Fatta tidak memiliki keistimewaan khusus.

Menurutnya, keikutsertaan ketua umum partai dalam kontestasi pemilihan legislatif merupakan hal yang biasa terjadi dalam politik Indonesia. Ia mencontohkan sejumlah ketua umum partai besar yang sebelumnya juga pernah maju sebagai calon anggota legislatif.

"Kalau kita jujur, memangnya apa yang istimewa dari deklarasi Kaesang maju di Dapil V Jawa Tengah? Menurut saya sih enggak ada yang spesial. Ini deklarasi yang terlalu diamplifikasi," ujar Fatta kepada RMOL, Rabu, 29 Juli 2026.


Ia menyebut langkah sejumlah elite partai untuk ikut bertarung di Pileg bukan sesuatu yang baru. Tokoh seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kata dia, juga pernah mengikuti kontestasi legislatif.

"Wong banyak ketua umum partai besar yang ikut kontestasi pileg, dan itu biasa saja, misalnya dulu ada Cak Imin, Zulkifli Hasan," katanya.

Namun, Nurul Fatta menilai hal yang membuat pencalonan Kaesang menjadi sorotan bukan karena statusnya sebagai ketua umum partai, melainkan karena lokasi pertarungan politik yang dipilih.

Menurutnya, Kaesang bersama PSI akan bertarung di wilayah yang selama ini identik sebagai basis politik PDI Perjuangan (PDIP), bahkan berada di dapil yang juga menjadi tempat Puan Maharani bertarung.

"Mungkin yang dianggap tidak biasa itu karena Kaesang bersama PSI, yang selama ini dikenal jadi antitesa PDIP, justru maju di kandang PDIP, di dapilnya Puan Maharani pula," jelasnya.

Fatta mengatakan, pertarungan tersebut menjadi menarik karena mempertemukan dua figur yang sama-sama memiliki latar belakang sebagai anak presiden, namun berasal dari partai politik berbeda.

"Jadi ada dua anak presiden dalam satu dapil, yang satu anak Presiden kelima Ibu Megawati dan yang satu lagi anak Presiden ketujuh Pak Jokowi, bertarung di dapil yang sama dari partai yang berbeda. Ya cuma itu saja sebenarnya," pungkasnya.

Dapil V Jawa Tengah pun kerap disebut sebagai salah satu "dapil neraka" karena menjadi arena persaingan ketat para kandidat dengan basis politik kuat. 

Selain persaingan antarpartai, faktor ketokohan dan jaringan politik menjadi penentu dalam perebutan kursi legislatif di wilayah tersebut. 

Kehadiran Kaesang bersama PSI di dapil yang selama ini menjadi basis kuat PDIP membuat kontestasi tersebut semakin menarik perhatian publik.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya