Berita

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube PSI)

Politik

Nyaleg di Dapil Jateng V, Kaesang Dinilai Hadapi Pertarungan Berat

RABU, 29 JULI 2026 | 10:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keputusan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 dinilai sebagai langkah politik yang penuh risiko.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai pilihan Dapil Jateng V yang meliputi Kota Solo, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo bukanlah keputusan tanpa perhitungan. Menurutnya, terdapat dua pertimbangan utama di balik langkah politik putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut.

Pertama, Kaesang diyakini ingin memanfaatkan Solo Raya sebagai basis elektoral untuk mengamankan kursi DPR RI sekaligus memperkuat posisi PSI di Jawa Tengah. Sebagai daerah kelahirannya, Solo dipandang memiliki nilai strategis dalam membangun basis dukungan partai.


"Kaesang selain berharap terpilih, juga ingin menjadikan Dapil Jateng V sebagai basis PSI di Jawa Tengah. Harapannya, dengan menguasai Dapil Jateng V PSI dapat melebarkan sayapnya untuk menguasai Jawa Tengah," ujar Jamiluddin kepada RMOL, Rabu, 29 Juli 2026.

Kedua, Jamiluddin menilai Kaesang sengaja memilih dapil yang sama dengan Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurutnya, pertarungan tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi antarcalon legislatif, tetapi juga mencerminkan persaingan pengaruh politik antara trah Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Solo Raya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama PDIP.

"Menempatkan Kaesang di Dapil Jateng V sebagai pertarungan terbuka antara Megawati dan Jokowi. Pertarungan tersebut untuk merebut Jateng sebagai kandang Gajah dengan menggusur Banteng pada awalnya dari Solo Raya," katanya.

Meski demikian, Jamiluddin menilai peluang Kaesang mengungguli Puan Maharani tidak akan mudah jika kontestasi berlangsung secara jujur dan adil. Menurutnya, dari sisi kapasitas politik maupun tingkat kepercayaan publik, Kaesang masih berada di bawah Puan yang selama ini memiliki basis suara kuat di Dapil Jateng V.

"Head to head kualitas dan trust Kaesang masih jauh dari Puan. Selain itu, Puan juga memperoleh suara sangat signifikan di Dapil Jateng V. Karena itu untuk mengalahkan Puan tentu tidak mudah," ujarnya.

Ia juga meragukan pengaruh Jokowi cukup kuat untuk mendongkrak suara Kaesang di Solo Raya. Karena itu, upaya menjadikan kawasan tersebut sebagai basis baru PSI diperkirakan akan menghadapi tantangan besar.

"Banteng tak mudah dikalahkan, bahkan berpeluang besar akan menyeruduk Gajah sehingga tak berdaya di Solo Raya," katanya.

Atas dasar itu, Jamiluddin menyebut keputusan Kaesang maju dari Dapil Jateng V merupakan sebuah perjudian politik. Menurutnya, apabila gagal meraih hasil maksimal, Kaesang dan trah politik Jokowi justru berpotensi mengalami kekalahan di daerah yang selama ini identik dengan keluarga mereka.

Ia pun memperkirakan PDIP akan mengerahkan seluruh kekuatan politiknya untuk mempertahankan dominasi di Solo Raya pada Pileg 2029.

"Solo Raya selama ini masih basis PDI Perjuangan. Karena itu, Kaesang dan Jokowi bersiaplah dipermalukan di kampungnya sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam Rakorda PSI Kota Solo, Kaesang memastikan akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V.

"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," kata Kaesang, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.

Keputusan tersebut membuat ambisi Kaesang menuju Senayan akan berhadapan dengan sejumlah politisi berpengalaman yang memiliki basis massa kuat dan didukung mesin partai mapan, termasuk Puan Maharani.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya