Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas dan Perak Kompak Merosot Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

RABU, 29 JULI 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dan kelompok logam mulia lainnya serentak terkoreksi pada akhir perdagangan Selasa 28 Juli 2026, akibat tekanan penguatan Dolar AS serta meningkatnya ekspektasi sikap hawkish Federal Reserve. 

Emas spot merosot 1,2 persen menjadi 4.026,49 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak 21 Juli, sementara emas berjangka AS pengiriman Agustus ditutup melemah 0,9 persen ke posisi 4.038,70 Dolar AS per ons. 

Penurunan ini sejalan dengan terkoreksinya harga emas sekitar 24 persen sejak pecahnya konflik Timur Tengah akhir Februari lalu, yang memicu kekhawatiran inflasi energi dan potensi suku bunga tinggi dalam jangka lebih panjang.


Pelemahan pasar logam mulia turut menyeret komoditas sejenis. Harga perak spot merosot 2,2 persen menjadi 57,11 Dolar AS per ons, platinum melemah 1 persen ke posisi 1.605,80 Dolar AS per ons, dan paladium anjlok 2,3 persen menjadi 1.261,92 Dolar AS per ons.

 Penguatan greenback yang mendekati posisi tertinggi bulanan membuat seluruh komoditas logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga the Fed serta pernyataan Chairman Kevin Warsh pada Rabu waktu AS, di samping rilis data inflasi PCE Juni pada keesokan harinya. Pasar memperhitungkan peluang 71 persen the Fed menahan suku bunga saat ini dan peluang 75 persen kenaikan pada September. 

Ketidakpastian arah kebijakan moneter ini mendorong Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir tahun sebesar 300 Dolar AS menjadi 4.500 Dolar AS per ons, menilai pemulihan harga yang signifikan sulit terwujud tanpa adanya perubahan ekspektasi suku bunga.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya