Berita

Peluncuran SiCepat Logistik di Kawasan Pergudangan Puninar, Jakarta Timur, Selasa 28 Juli 2026.(Foto: Istimewa)

Bisnis

SiCepat Bidik Industri dan UMKM

RABU, 29 JULI 2026 | 06:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perusahaan jasa pengiriman, SiCepat meluncurkan layanan layanan logistik, "SiCepat Logistik" yang membidik industri manufaktur, pemilik merek (brand), distributor, peritel, hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

CEO SiCepat Ekspres, Barry Lim mengatakan, keunggulan utama layanan tersebut terletak pada integrasi seluruh proses logistik dalam satu sistem sehingga pelanggan tidak lagi harus berkoordinasi dengan banyak penyedia jasa.

“Yang membedakan SiCepat Logistik bukan sekadar ragam layanan yang kami tawarkan, tapi bagaimana seluruh layanan itu berjalan dalam satu sistem yang sama,” kata Barry saat peluncuran SiCepat Logistik di Kawasan Pergudangan Puninar, Jakarta Timur, Selasa 28 Juli 2026.


Layanan itu merupakan salah satu solusi logistik "business-to-business" (B2B) yang didukung oleh kekuatan jaringan operasional SiCepat Ekspres.

Barry mengatakan, para pelanggan tidak perlu lagi mengelola banyak vendor dengan standar dan visibilitas yang berbeda-beda. Namun, cukup satu mitra, satu sistem, satu akuntabilitas, dari gudang hingga ke tangan pelanggan akhir.

Layanan yang disediakan mencakup Full Truckload (FTL), Less Than Truckload (LTL), pergudangan (warehousing), "heavy cargo", "custom logistics", "freight forwarding" melalui jalur udara dan laut, layanan ekspor-impor beserta "customs clearance", hingga berbagai "value added service".

Dalam ekosistem perusahaan, SiCepat Logistik berperan menangani distribusi pada tahap "first mile" hingga "middle mile', mulai dari produsen, "principal" atau pemilik merek, distributor, peritel, hingga pengiriman menuju gudang.

Selanjutnya, proses "last mile" atau pengantaran ke pelanggan akhir dilanjutkan oleh SiCepat Ekspres melalui berbagai kanal, seperti "e-commerce", "social commerce", "web store", toko offline, maupun jaringan agen dan "drop point".

Integrasi tersebut memungkinkan proses rantai pasok dikelola secara menyeluruh, mulai dari distribusi bahan baku hingga produk sampai ke berbagai kanal penjualan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya