Berita

Petugas pemadam kebakaran di Prancis (Foto: X Presiden Prancis Emmanuel Macron)

Dunia

Prancis dan Spanyol Berjibaku Lawan Kebakaran Hutan Dahsyat

SELASA, 28 JULI 2026 | 13:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Prancis dan Spanyol masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dahsyat yang melanda sejumlah wilayah.

Bencana yang diperparah gelombang panas berkepanjangan itu telah memaksa lebih dari 325 ribu orang meninggalkan rumah mereka, menjadikannya salah satu krisis kebakaran hutan terbesar yang pernah dialami kedua negara.

Di Prancis, titik api yang berpusat di wilayah Gironde disebut sebagai salah satu kebakaran terbesar sejak Perang Dunia II. 


Federasi Nasional Pemadam Kebakaran Prancis (FNSPF) bahkan melaporkan munculnya fenomena langka pyrocumulonimbus, yakni awan api raksasa yang mampu menciptakan angin sendiri sekaligus memicu sambaran petir yang menimbulkan kebakaran baru. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan memimpin rapat kabinet darurat guna membahas langkah penanganan krisis. 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez memperingatkan kondisi masih sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, kebakaran utama di Gironde berlangsung sangat intens dan tidak dapat diprediksi.

"Anginnya sendiri bergerak secara tidak menentu menuju wilayah metropolitan Bordeaux," ujarnya, dikutip Selasa, 28 Juli 2026. 

Sejak pekan lalu, api telah menghanguskan sekitar 42 ribu hektare lahan, melukai 84 petugas pemadam kebakaran, serta menghancurkan sedikitnya 240 rumah.

Di Spanyol, situasinya tak kalah genting. Perdana Menteri Pedro Sanchez yang mengunjungi kawasan terdampak di Avila memperingatkan masyarakat bahwa masa-masa sulit menanti di depan.

Kepala Perlindungan Sipil Virginia Barcones bahkan menyebut negaranya sedang menghadapi kebakaran dahsyat.

"Kita berurusan dengan area seluas 280 kilometer yang mencakup 77.000 hektar," ujar Barcones saat menjelaskan luas area yang dilalap api.

Selain mengancam permukiman, kebakaran juga memukul sektor pariwisata di tengah musim liburan musim panas. 

Di Prancis, sekitar 220 ribu warga telah dievakuasi dari Gironde, sementara 45 area perkemahan ditutup sehingga menggagalkan rencana liburan sekitar 40 ribu wisatawan. 

Pemerintah daerah juga meminta wisatawan menghindari wilayah tersebut dan mencari tujuan wisata lain demi keselamatan.

Para ilmuwan menilai perubahan iklim menjadi faktor utama yang membuat gelombang panas dan kebakaran hutan ekstrem semakin sering terjadi. 

Selain Prancis dan Spanyol, Italia juga menghadapi kebakaran hutan, sementara Paus Leo IV menyampaikan doa dan solidaritas bagi seluruh korban serta petugas penyelamat yang berjuang menghadapi kebakaran.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya