Berita

Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang mengalami kerusakan parah. (Foto: RMOL)

Nusantara

DPRD DKI Dorong Anggaran Pendidikan Fokus Rehabilitasi Sekolah Rusak

SENIN, 27 JULI 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

RMOL. DPRD DKI Jakarta melalui Komisi E meminta Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan pendataan ulang seluruh gedung sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. 

Langkah tersebut dilakukan agar program rehabilitasi sekolah disusun secara menyeluruh dan mencegah terulangnya insiden SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang mengalami kerusakan parah.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki saat rapat kerja pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 bersama Disdik, Senin, 27 Juli 2026.


"Kita minta kepada Dinas Pendidikan untuk menginventarisasi dan mendata ulang sekolah yang rusak ringan, sedang, maupun berat agar bisa direncanakan perbaikannya. Jangan sampai ada yang terlewat sehingga kejadian sekolah roboh terulang lagi," ujarnya.

Selain mendorong rehabilitasi sekolah, Komisi E juga meminta Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah sekolah swasta gratis. Subki menilai, program yang saat ini mencakup 103 sekolah perlu diperluas agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan.

Komisi E juga mengusulkan penambahan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk memperluas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Di sisi lain, Subki mengusulkan agar program beasiswa LPDP DKI Jakarta tetap dilanjutkan, namun dengan alokasi anggaran yang lebih efisien. Sebab, sebagian anggarannya diharapkan dapat dialihkan memperkuat program sekolah swasta gratis dan pembangunan SLB.

"LPDP tetap dilanjutkan, tetapi porsinya bisa dikurangi. Sebagian anggarannya dialihkan untuk sekolah swasta gratis dan SLB yang kebutuhannya sangat mendesak," katanya.

Ia juga meminta Disdik menginvestigasi kualitas bangunan sekolah yang telah berusia lebih dari 10 tahun guna memastikan kondisi konstruksi masih layak dan aman bagi kegiatan belajar mengajar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya