Berita

Representative Image (Foto: X NATO)

Global

Intern NATO Keturunan China-Kanada Ditangkap Atas Dugaan Spiaonase

MINGGU, 26 JULI 2026 | 15:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang perempuan warga Kanada keturunan China ditangkap otoritas Belgia setelah diduga melakukan aksi spionase saat menjalani program magang di markas operasional militer NATO. 

Kantor Kejaksaan Federal Belgia mengungkapkan penyelidikan dimulai setelah layanan keamanan NATO memberikan informasi kepada intelijen militer Belgia. 

Aparat kemudian menangkap perempuan tersebut pada Jumat, 24 Juli 2026 lalu, sehari setelah melakukan penggeledahan di rumah dan tempat kerjanya yang berada di kompleks pusat komando NATO.


“Dia dicurigai melakukan spionase atas nama negara ketiga dan menjadi anggota organisasi kriminal,” kata Kantor Kejaksaan Federal Belgia dalam pernyataannya, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.

Perempuan tersebut diketahui menjalani masa magang di Supreme Headquarters Allied Powers Europe (SHAPE), markas strategis NATO yang berada di Mons, Belgia. 

Fasilitas itu menjadi pusat perencanaan dan komando berbagai operasi militer gabungan negara anggota aliansi, termasuk pusat keamanan siber NATO.

Meski kasus tersebut menyita perhatian, NATO memastikan aktivitas militernya tetap berjalan normal.

Juru bicara SHAPE, Kolonel Martin L. O’Donnell, menegaskan belum ada bukti bahwa insiden itu berdampak terhadap kesiapan operasional maupun sistem komando aliansi.

“Saat ini, tidak ada indikasi bahwa kesiapan operasional NATO atau SHAPE, pengaturan komando dan kendali, atau tugas-tugas yang sedang berlangsung telah terpengaruh secara negatif. SHAPE terus memenuhi tanggung jawabnya tanpa gangguan,” ujar O’Donnell.

Penangkapan terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan NATO terhadap ancaman keamanan dari berbagai pihak, termasuk China. 

Para pemimpin NATO sebelumnya menilai Beijing tengah berupaya mengubah tatanan global, mengembangkan kemampuan militer secara tertutup, serta menjalankan kampanye disinformasi yang dinilai dapat mengganggu stabilitas internasional.

Kasus tersebut juga muncul saat NATO menghadapi tekanan geopolitik besar, termasuk perubahan kebijakan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump terkait peran keamanan Washington di Eropa. 

Sebelumnya, 32 negara anggota NATO sepakat meningkatkan investasi pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB), mencakup belanja militer, infrastruktur strategis, serta keamanan siber.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya