Berita

Aksi Bela Palestina dengan mengusung tema ‘Gaza for Israel, Jika Kita Tetap Diam’, di sekitar Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Minggu 26 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

MINGGU, 26 JULI 2026 | 14:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Meski sudah dilakukan perjanjian gencatan senjata awal tahun 2026, namun hingga hari ini masih terjadi pembunuhan massal atau genosida terhadap rakyat Gaza, Palestina.

Demikian penegasan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH. Nazar Haris dalam Aksi Bela Palestina dengan mengusung tema ‘Gaza for Israel, Jika Kita Tetap Diam’, di sekitar Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Minggu 26 Juli 2026.

Merespons hal tersebut, kemudian digagas sebuah gerakan yang diberi nama #TheyLiedToYou atau mereka (para penjajah) berdusta kepada kamu atau mereka bohongi kamu.


"Kita semua dibohongi para penjajah, bahwa genosida masih berlangsung padahal sudah gencatan senjata,” kata Kiai Haris.

Kebohongan lain yang dilakukan penjajah, kata Kiai Haris, janji pemerintahan administrasi di Gaza diserahkan, ternyata tidak pernah terlaksana.

"Bahkan yang mengerikan sebenarnya tidak dibukanya pintu perbatasan dan wilayah Gaza. Sekarang tinggal 33 persen,” kata Kiai Haris.

Fakta lainnya adalah sekitar 2 juta warga Gaza mendiami wilayah yang tinggal tersisa 32 kilometer dikali 3 kilometer.

“Dengan kondisi ini, Indonesia harus menjadi yang terdepan menggerakkan dunia internasional atau masyarakat dunia menyelamatkan Gaza,” kata Kiai Haris.

Di sisi lain, kata Kiai Haris, saat gelaran Piala Dunia 2026, ada kesadaran warga dunia mengusung Palestina di dalamnya.

“Ternyata suasana emosionalnya dalam mendukung Palestina ada di dalam World Cup 2026,” kata Kiai Haris.

Dengan aksi di Patung Kuda, Kiai Haris berharap situasi emosional ini menjadi energi positif yang akan membuat masyarakat dan pemerintah bergandengan tangan konsisten mendukung Palestina.

"Presiden Prabowo Subianto pada 23 Juli yang lalu juga menegaskan kembali dukungannya terdahadap perjuangan kemerdekaan Palestina yang merupakan hal prinsip yang tidak dapat ditawar," pungkas Kiai Haris.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya