Berita

Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree (Foto: X)

Global

Laut Merah Memanas, Houthi Serang Kilang Aramco di Arab Saudi

MINGGU, 26 JULI 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim meluncurkan serangan rudal dan drone ke fasilitas milik raksasa energi Arab Saudi, Aramco, pada Sabtu, 25 Juli. 

Aksi itu disebut sebagai balasan atas serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Kota Hodeida, Yaman, yang berada di pesisir Laut Merah.

Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, mengatakan sasaran serangan adalah fasilitas Aramco di Kota Yanbu dan Jizan, dua kawasan strategis di tepi Laut Merah. 


Meski otoritas pertahanan sipil Arab Saudi mengonfirmasi sirene peringatan sempat berbunyi beberapa kali di kedua kota tersebut, Riyadh belum memberikan keterangan mengenai dampak serangan maupun kemungkinan kerusakan pada infrastruktur energi.

Eskalasi ini mempertegas ancaman terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di Laut Merah. Houthi bahkan kembali mengancam akan memblokade Selat Bab el-Mandeb bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan Arab Saudi sebagai respons atas blokade terhadap Yaman dan serangan ke Bandara Internasional Sanaa. 

Selat Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan dilalui sekitar 12 persen perdagangan global.

"Tidak ada solusi lain selain mengakhiri agresi dan mencabut blokade, jika tidak, semuanya hanyalah ilusi dan fatamorgana," kata Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.

Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi membantah telah menyerang Pelabuhan Hodeida. Mereka menyatakan operasi udara hanya menyasar target militer yang sah di Provinsi Hodeida yang dikaitkan dengan ancaman terhadap kapal komersial di Laut Merah.

Namun, otoritas kesehatan yang dikelola Houthi melaporkan sedikitnya dua orang terluka akibat serangan yang menghantam kawasan pelabuhan dan perusahaan telekomunikasi milik pemerintah.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kembali menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur damai. 

Memanasnya konflik di Laut Merah terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk Hormuz. 

Situasi tersebut memperbesar kekhawatiran dunia terhadap keamanan rantai pasok energi dan perdagangan internasional, mengingat dua jalur maritim itu merupakan urat nadi distribusi minyak dan barang dari Timur Tengah ke berbagai belahan dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya