Berita

Ilustrasi: Anak SD di Papua. (Foto: jagaindonesia.com/Istimewa)

Nusantara

Ketua HMI Merauke:

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

MINGGU, 26 JULI 2026 | 01:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Merauke, Irwan, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Program Strategis Nasional (PSN) di Papua tidak boleh berhenti pada pembangunan kawasan ekonomi maupun infrastruktur. 

Menurutnya, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika pembangunan mampu melahirkan generasi Orang Asli Papua (OAP) yang berpendidikan, berdaya saing, dan menjadi aktor utama pembangunan di tanahnya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Irwan dalam Konsultasi Publik bertajuk "Perumusan Model Pendidikan Nonformal Berbasis Komunitas, Pendampingan Belajar, dan Pengasuhan yang Berakar pada Budaya Lokal dalam Menjaring Aspirasi, Menyelaraskan Aksi, Mewujudkan Generasi Papua Unggul" yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Aula Anim Ha, Merauke, Jumat, 24 Juli 2026. 


Menurut Irwan, kehadiran PSN, termasuk di kawasan Wanam, akan membawa perubahan sosial dan ekonomi yang sangat besar. Oleh sebab itu, negara harus memastikan perubahan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak OAP Papua untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.

"Jangan sampai pembangunan berjalan cepat, tetapi masyarakat asli hanya menjadi penonton. Keberhasilan PSN harus diukur dari seberapa banyak anak-anak Papua yang nantinya menjadi sarjana, tenaga profesional, wirausahawan, dan pemimpin yang mengelola pembangunan di daerahnya sendiri," kata Irwan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan apakah masyarakat adat akan mampu beradaptasi dengan perubahan atau justru semakin tertinggal. Karena itu, pembangunan ekonomi harus dibarengi dengan kebijakan afirmatif di bidang pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas sekolah, beasiswa, pendidikan vokasi, hingga penguatan pendidikan nonformal berbasis komunitas.

"Ketika investasi masuk ke Papua, investasi terhadap manusia Papua juga harus ditingkatkan. Pendidikan adalah modal utama agar Orang Asli Papua memiliki kemampuan bersaing sekaligus memperoleh manfaat langsung dari pembangunan yang berlangsung di wilayahnya," ujarnya.

Irwan juga mengingatkan bahwa kesejahteraan keluarga memiliki hubungan yang sangat erat dengan keberhasilan pendidikan anak. Menurutnya, orang tua yang memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak akan lebih mampu memastikan anak-anaknya tetap bersekolah dan memperoleh pendidikan yang berkualitas.

"Karena itu, PSN harus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat lokal. Ketika kesejahteraan keluarga meningkat, kualitas pendidikan anak juga akan meningkat. Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan," tegasnya.

Selain itu, Irwan berharap transformasi pembangunan tidak menghilangkan identitas budaya masyarakat Papua. Ia menilai pendidikan harus tetap berakar pada nilai-nilai lokal agar generasi muda mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya sebagai Orang Asli Papua.

"Modernisasi harus memperkuat, bukan menghapus identitas budaya. Kita membutuhkan generasi Papua yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap memahami adat, menghormati budaya, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya," jelas dia.

Irwan menegaskan bahwa PSN akan memperoleh dukungan yang lebih kuat apabila masyarakat merasakan manfaatnya secara nyata, terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan keluarga, dan terbukanya kesempatan yang lebih luas bagi Orang Asli Papua untuk menjadi pelaku utama pembangunan.

"Tujuan akhir pembangunan bukan sekadar membangun kawasan, melainkan membangun manusianya. Ketika anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sejahtera, dan mampu memimpin pembangunan di tanahnya sendiri, saat itulah PSN benar-benar berhasil mewujudkan keadilan pembangunan bagi Papua," pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya