Berita

Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan. (Foto: Indian Express)

Global

Dihantam Demo Mahasiswa, Menteri Pendidikan India Mundur

SABTU, 25 JULI 2026 | 22:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dari jabatannya setelah dihantam gelombang demonstrasi mahasiswa yang berlangsung selama berminggu-minggu akibat skandal kebocoran soal ujian nasional.

Pradhan mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun X pada Sabtu, 25 Juli 2026, di tengah upaya aparat membubarkan demonstran dengan gas air mata di kawasan Jantar Mantar, New Delhi.

"Dengan melihat situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, serta agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini, saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri (Narendra Modi)," tulis Pradhan, dikutip dari Al Jazeera.


Ia mengatakan tidak ingin puluhan ribu siswa yang menuntut dirinya mundur dimanfaatkan oleh kelompok yang disebutnya sebagai "anti-nasional".

Pengunduran diri Pradhan terjadi setelah Perdana Menteri Narendra Modi berjanji mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kebocoran soal ujian yang memicu krisis kepercayaan terhadap sistem pendidikan India.

Skandal kebocoran dokumen ujian yang berulang ini menjadi gelombang protes terbesar yang dihadapi pemerintahan Modi pada periode ketiganya.

Dalam pesan video yang ditujukan kepada para pelajar, Modi berjanji membentuk pengadilan jalur cepat (fast-track courts) untuk mengadili pihak-pihak yang terlibat dalam kebocoran soal.

Pada malam yang sama, aktivis India Sonam Wangchuk mengakhiri aksi mogok makan yang telah dijalaninya selama 26 hari sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah agar memenuhi tuntutan para demonstran.

Meski demikian, kelompok mahasiswa menegaskan aksi unjuk rasa akan terus berlanjut hingga seluruh tuntutan mereka dipenuhi.

Gelombang demonstrasi ini digerakkan oleh Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoa, yang awalnya muncul sebagai gerakan satire di media sosial pada Mei lalu sebelum berkembang menjadi wadah nasional yang menyerukan reformasi struktural di sektor pendidikan.

Kemarahan publik semakin meluas setelah serangkaian kasus kebocoran soal ujian, gangguan teknis, hingga pembatalan ujian secara mendadak terjadi di berbagai wilayah India.

Pusat aksi berada di kawasan Jantar Mantar, kompleks observatorium bersejarah di New Delhi yang berada dekat Gedung Parlemen. 

Sejak awal pekan, demonstran juga menduduki sebagian ruas Parliament Street, jalur utama yang menghubungkan Gedung Parlemen dengan kawasan bisnis Connaught Place.

Bentrok sempat pecah ketika massa berusaha mendekati Gedung Parlemen. Polisi membubarkan aksi menggunakan gas air mata dan pukulan tongkat (baton charge).

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya