Berita

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich dalam Pleno VI "Politik dan Keamanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Internasional" pada acara KUII VIII di Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026. (Foto: Humas MUI)

Nusantara

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

SABTU, 25 JULI 2026 | 14:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya ketegangan geopolitik dunia dinilai membawa tantangan yang semakin kompleks bagi Indonesia. Ancaman terhadap stabilitas nasional kini tidak lagi terbatas pada konflik bersenjata, tetapi juga mencakup gejolak ekonomi, perubahan iklim, hingga krisis kemanusiaan akibat konflik internasional.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus saat menjadi narasumber dalam Pleno VI bertajuk Politik dan Keamanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Internasional pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026. 

Menurut Lodewijk, berbagai konflik yang terjadi di sejumlah belahan dunia harus menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk terus menjaga nasionalisme dan merawat persatuan.


"Umat Islam Indonesia harus betul-betul menjaga nasionalisme Indonesia, merajut persatuan dan kesatuan Indonesia," tegasnya.

Ia mencontohkan konflik di Rusia-Ukraina maupun kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Palestina, dan Iran sebagai bukti bahwa dinamika geopolitik global dapat berdampak luas terhadap stabilitas suatu negara.

Menurut Lodewijk, tantangan tersebut menuntut Indonesia tetap waspada sekaligus cermat dalam mengambil kebijakan luar negeri.

Dalam konteks itu, ia menegaskan Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas dan aktif. Pemerintah memilih berkontribusi melalui misi peacekeeping atau pemeliharaan perdamaian, bukan peacemaking yang mengharuskan keterlibatan dalam operasi militer.

"Indonesia bebas aktif, kita tidak bisa masuk kepada peacemaking karena harus bertempur. Kita masuk untuk peacekeeping. Mereka sudah damai, kita menangani," ujarnya.

Lodewijk juga menilai penyelesaian konflik global, termasuk di Palestina, masih menghadapi tantangan besar. Menurutnya, peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum mampu menghasilkan penyelesaian yang signifikan terhadap konflik yang berlangsung di Timur Tengah maupun perang Rusia-Ukraina.

Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tetap konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui jalur diplomasi dan berbagai forum internasional. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam Board of Peace (BOP), yang turut membahas upaya penyelesaian konflik Palestina.

"Indonesia masuk bukan sekadar hadir. Dari 20 poin yang dibahas, ada satu poin yang berbicara tentang Palestina. Itulah kepedulian Presiden kita. Kita masih menunggu perkembangannya," kata Lodewijk.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mencermati perkembangan situasi global secara menyeluruh sebelum mengambil langkah strategis. Menurutnya, kehati-hatian bukanlah bentuk keraguan, melainkan upaya menjaga kepentingan nasional sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Dengan semakin kompleksnya tantangan global, Lodewijk menilai penguatan nasionalisme dan persatuan bangsa menjadi modal utama agar Indonesia tetap tangguh menghadapi berbagai gejolak yang berkembang di dunia.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya