Berita

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan atas serangan kelompok Houthi terhadap kapal komersial di Laut Merah (Unggahan akun X @antonioguterres)

Global

PBB Desak Houthi Hentikan Serangan di Laut Merah

SABTU, 25 JULI 2026 | 14:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas kembali terjadinya serangan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah. 

Ia memperingatkan bahwa eskalasi konflik ini dapat mengancam keselamatan pelayaran internasional, merusak upaya perdamaian di Yaman, serta memicu dampak ekonomi dan kemanusiaan yang lebih luas.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun resminya di platform X, Guterres mengatakan dirinya sangat khawatir dengan dimulainya kembali serangan Houthi terhadap kapal-kapal dagang.


"Saya sangat prihatin atas dimulainya kembali serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah dan ancaman baru terhadap navigasi maritim," tulisnya, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.

Guterres menegaskan bahwa jika permusuhan terus berlanjut di Yaman, peluang terciptanya perdamaian akan semakin kecil. Selain itu, konflik tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi ekonomi, kemanusiaan, dan lingkungan yang serius, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga wilayah lain.

"Permusuhan lebih lanjut di Yaman akan merusak prospek perdamaian dan menyebabkan konsekuensi ekonomi, kemanusiaan, serta lingkungan yang serius di kawasan dan sekitarnya," lanjutnya.

Karena itu, Guterres menyerukan agar semua pihak segera menurunkan ketegangan. Ia secara khusus mendesak kelompok Houthi menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial dan menghindari tindakan lain yang dapat memperburuk situasi.

"Saya menyerukan de-eskalasi segera dan mendesak Houthi untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut maupun tindakan eskalasi lainnya," ujarnya.

Seruan tersebut juga sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2722 Tahun 2024 yang menuntut penghentian serangan terhadap kapal-kapal dagang serta menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah dan kawasan Selat Bab al-Mandeb.

Sebelumnya, Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Saudi menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Kelompok itu menuduh kedua kapal melanggar blokade maritim yang mereka tetapkan dan mengklaim serangan tersebut berhasil mengenai sasaran.

Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Houthi mengumumkan larangan pelayaran menuju Arab Saudi. Langkah tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi berjanji memberikan respons yang "tegas dan kuat" serta meningkatkan perlindungan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandeb.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya