Berita

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis (Foto: Istimewa)

Bisnis

Revolusi Fiskal Zakat-Pajak: Kunci Mendorong Multiplier Effect Ekonomi Nasional

SABTU, 25 JULI 2026 | 11:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Integrasi skema zakat dan pajak secara progresif berpotensi menjadi stimulus baru bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Sistem perpajakan saat ini dinilai masih memicu beban ganda (double tax) bagi wajib pajak Muslim. Oleh karena itu, diperlukan transformasi regulasi agar status pembayaran zakat diubah dari sekadar pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction) menjadi pemotong langsung kewajiban pajak (tax credit).

Wacana reformasi fiskal ini mengemuka dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta. Skema tax credit diyakini akan menjadi instrumen ekonomi yang rasional demi meningkatkan efisiensi alokasi modal masyarakat. 


"Umat Islam saat ini menanggung beban ganda, bayar zakat sekaligus ditagih pajak secara terpisah. Jika zakat dapat langsung memotong pajak, kita tidak hanya menciptakan keadilan fiskal, tetapi juga mengoptimalkan dana publik untuk pemulihan ekonomi," ujar Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis kepada media di sela kongres.

Dari kacamata makroekonomi, kebijakan ini berdampak langsung pada akselerasi pengentasan kemiskinan melalui penyaluran dana BAZNAS dan LAZ ke sektor produktif masyarakat bawah tanpa membebani APBN. 

Selain itu, skema ini meningkatkan kepatuhan fiskal (tax compliance) dengan memperluas basis data wajib pajak, sekaligus memperkuat inklusi keuangan berbasis komunitas di daerah yang belum terjangkau instrumen pajak negara secara optimal.

Usulan efisiensi fiskal tersebut menjadi salah satu agenda strategis pada KUII VIII. Selain isu perpajakan, forum berskala nasional yang dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wapres RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla, hingga KSP Dudung Abdurrahman ini turut merumuskan pembentukan Danantara Syariah Nusantara sebagai super holding penguat likuiditas dan kedaulatan ekonomi nasional.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya