Berita

Kejagung melakukan penahanan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah pada Jumat malam, 24 Juli 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Publika

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

SABTU, 25 JULI 2026 | 06:42 WIB

IBARAT sepak bola, Cokelat Muda FC 2-1 Cokelat Tua FC. Bisa-bisa skor dua sama nanti ini. Febrie Adriansyah resmi ditahan oleh institusinya sendiri. Apakah hanya Febrie  saja? Drama Brankas Cipete mulai mendekati klimaks. 

Akhirnya roda hukum berputar juga. Bedanya, kali ini ikut naik wahana bukan koruptor yang dulu dijebloskan Febrie Adriansyah, melainkan Febrie sendiri. 

Setelah dihantam kritik, demo, sindiran, hingga meme yang berseliweran seperti rudal Iran di langit, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu resmi ditahan pada Jumat malam, 24 Juli 2026. 


Malam itu Gedung Bundar Kejaksaan Agung mendadak terasa seperti lokasi syuting film blockbuster. Semua menunggu adegan legendaris, borgol dan rompi pink. Eh, yang datang malah plot twist.

Pria yang dulu dikenal sebagai penakluk perkara jumbo seperti Asabri, Krakatau Steel, hingga skandal batu bara itu keluar gedung dengan kemeja batik tetap rapi. 

Tangannya melambai bebas tanpa borgol. Dadanya juga bersih tanpa rompi pink yang selama ini sudah seperti seragam wajib para tersangka korupsi. Netizen pun langsung mengucek mata, takut yang ditonton ternyata siaran ulang.

Setelah diperiksa berjam-jam oleh Tim 9 pimpinan Rudi Margono, sekitar pukul 19.00 WIB Febrie menerima dua surat sekaligus, yakni penetapan tersangka dan penahanan. 

Menjelang tengah malam, mobil tahanan membawanya ke Rutan KPK di Kuningan dan tiba sekitar pukul 23.21-23.23 WIB. Ketika publik bertanya mengapa tanpa borgol dan rompi pink, petugas menjawab singkat, "Karena buru-buru dan sudah malam." Kalimat itu langsung viral. 

Warganet pun berpesta. Ada menulis, "Istimewa ya." Ada menyebut ini sekadar formalitas. Ada pula berseru, "Kawal sampai proses hukumnya selesai!"

Kasus ini bermula dari penggeledahan rumah Febrie di Sentul. Penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan serta valuta asing bernilai ratusan miliar rupiah. 

Total aset yang disita diperkirakan mencapai Rp540 miliar. Di saat bersamaan, tiga perkara besar dari Kortastipidkor Polri ikut menjeratnya, yakni dugaan korupsi dan TPPU terkait PT Asabri, Krakatau Steel, serta skandal pasokan batu bara. Total, ia menghadapi empat Sprindik sekaligus.

Sebenarnya Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 11 Juli 2026 bersama Don Ritto. Bedanya, Don Ritto langsung ditahan, sedangkan Febrie masih menjalani pemeriksaan sekitar 10-11 jam pada 17 Juli, menjawab 18 pertanyaan, didampingi kuasa hukum beralasan kliennya kooperatif, telah mundur dari jabatan, dicegah ke luar negeri, dan barang bukti sudah dikuasai penyidik. Namun kritik terus mengalir. 

Hendardi dari SETARA Institute menyebut penundaan penahanan mencederai rasa keadilan. Sementara Abdul Fickar Hadjar mempertanyakan perbedaan perlakuan antara Febrie dan Don Ritto. Akhirnya, Kejagung mengambil langkah penahanan.

Sebelum memasuki Rutan KPK untuk masa penahanan 20 hari pertama, Febrie menyatakan dirinya merasa dikriminalisasi dan menilai alat bukti masih perlu didalami. 

Kuasa hukumnya, Febri Diansyah, menegaskan kliennya tetap kooperatif. Rudi Margono menjelaskan penitipan di Rutan KPK dilakukan demi transparansi dan akuntabilitas. ICW juga sebelumnya mendorong agar proses ini melibatkan KPK agar tak memunculkan kesan konflik kepentingan.

Begitulah, panggung hukum kembali menghadirkan ironi. Sang penjeblos koruptor akhirnya ikut dijebloskan. Tanpa denting borgol, tanpa rompi pink, tetapi dengan drama yang membuat jagat maya lebih ramai dari final sepak bola. 

Kini publik tinggal berharap satu hal, bukan sekadar pertunjukan yang seru, melainkan proses hukum yang benar-benar tuntas dan adil untuk semua.

“Bang, bisa ndak nanti Kejagung memperlihatkan kawannya itu memakai rompi pink publik atau sedang terbaring di dalam penjara.”

“Waduh, wak. Ini tahanan istimewa, bukan macam suami Sandra Dewi, yakni Harvey Moeis. Bukan seperti Mochtar Riza Pahlevi, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Harun Rasyid, koruptor triliunan.”

Rosadi Jamani
Mantan Wartawan

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya