Berita

Ilustrasi beras ketan. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pelaku UMKM Minta Pemerintah Atasi Kelangkaan Beras Ketan

SABTU, 25 JULI 2026 | 02:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo, Jawa Tengah, meminta Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) dan Kementerian Pertanian (Kementan) segera mengatasi keterbatasan pasokan beras ketan.

Perwakilan UMKM Solo, Fadhil Ali berharap pemerintah kembali membuka keran impor beras ketan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Menurutnya, perlu intervensi langsung dari kementerian terkait untuk menangani persoalan pangan, termasuk kelangkaan beras ketan.

“Pemerintah tidak boleh tinggal diam tetapi harus mengambil sikap saat mendengar aspirasi pelaku UMKM,” kata Fadhil dalam keterangan resminya, Jumat 24 Juli 2026.


Menurut Fadhil, pemerintah memiliki tugas dan kewenangan untuk mengatasi persoalan kelangkaan beras ketan yang saat ini berdampak langsung terhadap pelaku UMKM.

Pihaknya juga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tidak lagi mengimpor beras ketan. Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, di mana ketersediaan beras ketan terbatas sementara kebutuhan terus meningkat.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian menyebut stok beras ketan dan beras ketan pecah masih stabil serta mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, klaim tersebut dipertanyakan pelaku UMKM karena tidak sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.

“Data pemerintah terkait stok beras ketan tetap stabil dari mana? Lalu apa sebabnya kebijakan impor beras ketan dihentikan. Padahal pelaku UMKM kesulitan mendapatkan beras ketan untuk kebutuhan pasar,” tegas Fadhil.

Berdasarkan kondisi yang mereka temukan di lapangan, stok beras ketan putih dan hitam di Pasar Legi sangat terbatas. Selain itu, harga beras ketan juga mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 50 persen.

“Dampaknya banyak perajin Jenang Solo, Lapis Legit, Lemper, Gethuk dan usaha lainnya terpaksa mengurangi produksi. Ada yang sudah tutup sementara,” pungkas Fadhil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya