Berita

Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Tarif Impor Trump Bikin IHSG Rontok, Dolar AS Dekati Rp18.000

JUMAT, 24 JULI 2026 | 17:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah kompak ditutup ke zona merah pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026 sore setelah Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif impor baru kepada lebih dari 60 mitra dagang termasuk Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.196, anjlok 118,8 poin atau 1,88 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Volume transaksi tercatat mencapai 37 miliar saham dan nilai mencapai Rp17 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,2 juta kali. Sementara itu kapitalisasi pasar merosot menjadi Rp10.894 triliun.


Sebanyak 587 saham tercatat melemah, 104 saham menguat, sementara 105 saham lainnya stagnan.

Sementara itu di pasar valuta asing, Rupiah ikut melemah. Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup ke posisi Rp17.963 per Dolar AS, turun 27 poin atau 0,15  persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan indeks Dolar AS dipicu kebijakan tarif baru Presiden AS Donald Trump.

“Kebijakan tersebut menetapkan tarif sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap berbagai produk impor, termasuk barang asal Indonesia. Penerapan tarif baru ini dilakukan setelah berakhirnya kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen yang sebelumnya diberlakukan selama 150 hari,” kata Ibrahim dalam riset hariannya.

Menurut pemerintah AS, kebijakan itu bertujuan mendorong negara-negara mitra dagang memperketat larangan terhadap produk yang dibuat menggunakan tenaga kerja paksa.

Selain sentimen eksternal, Ibrahim menilai tekanan terhadap Rupiah juga dipengaruhi sejumlah faktor domestik. Salah satunya adalah tingginya kebutuhan impor energi Indonesia yang mencapai lebih dari 1,5 juta barel per hari.

Ia menjelaskan harga minyak mentah dunia kini telah melampaui asumsi dalam APBN Perubahan 2026 sebesar 83 Dolar AS per barel, sementara nilai tukar Rupiah kembali mendekati Rp18.000 per Dolar AS.

“Pemerintah harus menambah Dolar AS untuk menutupi depisit tersebut. Kenaikan akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja eksternal Indonesia, mulai dari melebarnya defisit neraca transaksi berjalan hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada kuartal III 2026,” tuturnya.

Di sisi lain, Ibrahim menyoroti memburuknya kinerja perdagangan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar 1,61 miliar Dolar AS, mengakhiri tren surplus yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Pada Mei 2026, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar 23,2 miliar Dolar AS atau turun 5,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat melemahnya ekspor nonmigas. 

Sebaliknya, impor meningkat 22,16 persen secara tahunan menjadi 24,81 miliar Dolar AS. Peningkatan impor terutama didorong oleh impor bahan baku dan barang penolong yang mencapai 17,58 miliar Dolar AS atau tumbuh 25,17 persen secara tahunan. 

Sementara impor barang modal tercatat sebesar 5 miliar Dolar AS, naik 12,7 persen dibandingkan Mei 2025.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya