Berita

Wakil Kepala Juru Bicara Komisi Eropa Olof Gill (Foto: X)

Dunia

Uni Eropa Lega Tarif Baru AS Tak Langgar Kesepakatan Dagang

JUMAT, 24 JULI 2026 | 17:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Uni Eropa menyambut dengan nada lega keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tetap membatasi tarif impor terhadap produk-produk asal blok tersebut sebesar 10 persen. 

Gedung Putih pada Kamis waktu setempat, 23 Juli 3026 mengumumkan tarif impor baru sebesar 10 hingga 12,5 persen.

Puluhan negara terdampak kebijakan tersebut, termasuk Uni Eropa, yang kini dikenai bea masuk 10 persen, sehingga masih berada di bawah batas maksimal 15 persen sebagaimana diatur dalam perjanjian dagang UE-AS yang disepakati di Turnberry, Skotlandia.


Wakil Kepala Juru Bicara Komisi Eropa Olof Gill mengatakan pihaknya melihat keputusan tersebut sebagai sinyal bahwa Washington masih menghormati komitmen yang telah dibuat bersama. 

“Uni Eropa menyambut baik fakta bahwa hasil ini sejalan dengan komitmen tarif AS yang disepakati dalam Pernyataan Bersama Uni Eropa-AS,” ujar Gill, Jumat, 24 Juli 2026.

Kendati demikian, Brussels belum sepenuhnya tenang. Komisi Eropa mengingatkan masih terdapat sejumlah penyelidikan Amerika Serikat berdasarkan Section 301 Trade Act 1974 terkait dugaan kelebihan kapasitas industri Eropa dan kebijakan harga produk farmasi.

Jika penyelidikan itu berujung pada tarif tambahan, total bea masuk dikhawatirkan melampaui batas 15 persen yang telah disepakati. 

“Ke depannya, Uni Eropa mengharapkan AS untuk terus mematuhi ketentuan Pernyataan Bersama Uni Eropa-AS, termasuk terkait upaya hukum apa pun berdasarkan investigasi tambahan Pasal 301,” lanjut Gill.

Pemerintah AS beralasan tarif tersebut diberlakukan setelah penyelidikan selama lima bulan mengenai upaya pemberantasan impor barang yang diproduksi menggunakan kerja paksa. 

Washington menilai regulasi Uni Eropa mengenai larangan impor barang hasil kerja paksa baru akan efektif mulai Desember 2027, sehingga menjadi dasar pengenaan tarif 10 persen terhadap produk asal blok tersebut.

Namun, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas secara terbuka mempertanyakan alasan Washington. Menurutnya, Uni Eropa telah memenuhi seluruh komitmen dalam kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. 

“Kami memiliki kesepakatan dengan Amerika dan kami telah mematuhi kesepakatan itu, bagian dari kesepakatan itu. Itulah mengapa ini merupakan kejutan negatif bahwa perjanjian ini tidak dipatuhi," kata Kallas di sela-sela pertemuan negara-negara ASEAN di Filipina.

Kallas bahkan menegaskan bahwa dalih AS terkait standar ketenagakerjaan tidak memiliki dasar yang kuat. 

"Jika Anda membandingkan undang-undang ketenagakerjaan kita dengan undang-undang di Amerika Serikat, maksud saya, kita memiliki cuti berbayar, kita memiliki kondisi kerja yang sangat baik untuk karyawan kita, jadi itu sebenarnya tidak berdasar," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya