Berita

Representative Image (Foto: AI)

Politik

RI Bersama Tujuh Negara Kutuk Serbuan Pemukim Israel ke Masjid Al Aqsha

JUMAT, 24 JULI 2026 | 13:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia bersama tujuh negara mengecam keras meningkatnya aksi provokatif Israel di kompleks Masjid Al Aqsha/Al Haram Al Sharif, Yerusalem Timur yang diduduki. 

Sikap bersama itu disampaikan para Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab melalui pernyataan yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI di akun X resminya, Jumat, 24 Juli 2026.

Kedelapan negara menyoroti serbuan massal pemukim Israel ke kompleks Masjid Al Aqsha yang disebut berlangsung di bawah perlindungan pasukan Israel. 


Mereka juga mengecam pengibaran bendera Israel di halaman masjid, pemasangan dua tenda oleh kepolisian Israel, serta berbagai tindakan provokatif lain yang dinilai melanggar hukum internasional, resolusi PBB serta status quo historis dan hukum di kawasan suci tersebut.

"Menteri Luar Negeri Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab dengan tegas mengutuk eskalasi Israel di Masjid Al Aqsa / Al Haram Al Sharif, khususnya serbuan massal pemukim yang terus berlanjut yang dipimpin oleh menteri-menteri Israel ekstremis, ke Masjid Al-Aqsa / Al-Haram Al-Sharif di bawah perlindungan pasukan Israel," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Para Menlu juga mengutuk hasutan, seruan mobilisasi serbuan, serta aksi kekerasan yang dilakukan menteri-menteri Israel yang mereka sebut ekstremis beserta kelompok-kelompok pendukungnya. 

Menurut mereka, tindakan tersebut hanya akan memperuncing ketegangan, memicu kebencian dan ekstremisme, sekaligus menghambat terwujudnya perdamaian yang adil dan langgeng berdasarkan solusi dua negara.

Selain itu, pembatasan akses menuju Kota Tua Yerusalem dan tempat-tempat ibadah dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. 

Delapan negara itu juga menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur yang diduduki maupun situs-situs suci Islam dan Kristen yang berada di wilayah tersebut, seraya menolak segala upaya untuk mengubah karakter historis, hukum, dan demografis kota suci tersebut.

Pernyataan bersama itu turut menegaskan bahwa seluruh kawasan Masjid Al Aqsha/Al Haram Al Sharif seluas 144 dunam merupakan tempat ibadah yang secara eksklusif diperuntukkan bagi umat Islam.

Mereka juga menegaskan bahwa Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa di bawah Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania merupakan satu-satunya otoritas yang memiliki yurisdiksi untuk mengelola kompleks masjid dan mengatur akses ke dalamnya.

Di akhir pernyataannya, para Menlu menyerukan agar Israel sebagai Kekuatan Pendudukan segera mencabut pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem dan tidak menghalangi jemaah Muslim memasuki Masjid Al Aqsha.

Mereka juga mendesak komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk memaksa Israel menghentikan pelanggaran yang terus berlangsung terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem serta menjaga kesucian tempat-tempat ibadah tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya