Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

ASJT Pimpin Reli, Lima Saham Melonjak Lebih dari 15 Persen di Perdagangan Pagi

JUMAT, 24 JULI 2026 | 10:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat pagi, 24 Juli 2026, diwarnai lonjakan harga yang cukup signifikan. 

Hingga pukul 09.46 WIB, sedikitnya lima saham berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 15 persen dan menjadi perhatian pelaku pasar.

Salah satu yang paling menonjol adalah saham PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT). Pada awal sesi, saham ASJT sempat dibuka di level Rp170, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp155. Minat beli yang kuat kemudian mendorong harga saham terus menanjak.


Pantauan RMOL, pada pukul 09.46 WIB, ASJT diperdagangkan di level Rp183 atau menguat 14,56 persen dari penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi pagi, saham ini telah ditransaksikan sebanyak 8,82 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,73 miliar dalam 1.984 kali transaksi. 

Di pasar, antrian beli juga masih lebih tinggi dibandingkan antrian jual, dengan bid berada di Rp181 dan offer di Rp183, menandakan minat investor terhadap saham ini masih cukup tinggi.

Kinerja ASJT bahkan terus berlanjut setelah data tersebut tercatat. Tak lama kemudian, saham emiten asuransi ini melesat hingga Rp210 atau melonjak 32,91 persen, menjadikannya salah satu saham dengan penguatan terbesar pada perdagangan pagi.

Selain ASJT, terdapat empat saham lain yang juga mencatatkan kenaikan lebih dari 15 persen. Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik 20 persen ke level Rp16.650. Kemudian PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) menguat 18,73 persen menjadi Rp1.490.

Sementara itu, saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) terapresiasi 17,27 persen ke Rp1.290. Adapun PT Samindo Resources Tbk (MYOH) turut masuk dalam daftar top gainers setelah naik 15,24 persen ke posisi Rp1.210.

Lonjakan sejumlah saham tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup agresif pada awal sesi. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati faktor fundamental, likuiditas perdagangan, serta sentimen pasar yang menjadi pendorong kenaikan harga sebelum mengambil keputusan investasi.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya