Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem, Erna Sari Dewi. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Meningkatnya aktivitas wisata pada musim liburan harus diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap transportasi laut, terutama di destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Pemeriksaan kelaikan kapal atau ramp check dinilai perlu dilakukan secara rutin untuk mencegah kecelakaan akibat kelebihan kapasitas penumpang maupun kelalaian terhadap standar keselamatan.
Menurut Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi, pengawasan terhadap kapal wisata tidak boleh hanya bersifat administratif.
"Ramp check harus benar-benar dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Jangan sampai ada kapal yang overload demi mengejar keuntungan. Alat-alat keselamatan penumpang juga harus dipastikan lengkap dan berfungsi," kata Erna dalam keterangan yang diterima, Jumat, 24 Juli 2026.
Erna menilai aspek keselamatan menjadi syarat utama bagi Labuan Bajo yang kini dipromosikan sebagai destinasi wisata kelas dunia. Tingginya kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati wisata bahari, harus diiringi sistem keselamatan yang memadai.
"Labuan Bajo ini sudah menjadi destinasi wisata kelas dunia. Maka yang harus kita jaga adalah aspek keselamatannya. Orang akan berwisata dengan nyaman ketika mereka merasa aman berada di sini," ujarnya.
Selain pengawasan kapal wisata, Erna juga menyoroti masih terbatasnya fasilitas dan peralatan Basarnas di Manggarai Barat. Menurutnya, destinasi wisata bertaraf internasional semestinya didukung kemampuan pencarian dan pertolongan yang memenuhi standar keselamatan dunia.
Ia juga meminta pemerintah membenahi tata kelola pelabuhan. Salah satunya dengan memperbaiki pengaturan alur kapal dan memisahkan jalur kapal pinisi wisata, kapal penumpang, serta kapal lainnya agar aktivitas di pelabuhan lebih tertib dan aman.
Berdasarkan data yang disampaikan Erna, sekitar 68 persen wisatawan yang datang ke Manggarai Barat merupakan wisatawan bahari, dengan mayoritas wisatawan mancanegara memilih aktivitas menyelam (diving).
Kondisi tersebut, menurutnya, semakin memperkuat pentingnya peningkatan pengawasan dan sistem keselamatan transportasi laut di kawasan Labuan Bajo.