Berita

Kunjungan reses Anggota DPD Ade Yuliasih ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, pada Kamis, 23 Juli 2026. (Foto: Humas DPD)

Politik

Kejati Banten Diminta Terus Perkuat Program Jaga Desa

JUMAT, 24 JULI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komite I DPD RI, Ade Yuliasih  melakukan kunjungan reses ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda reses untuk menyerap informasi dan masukan terkait penguatan tata kelola pemerintahan, khususnya melalui pelaksanaan Program Jaga Desa.

Dalam pertemuan tersebut, Ade Yuliasih berdiskusi dengan jajaran Kejati Banten mengenai berbagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Provinsi Banten melalui pendekatan pembinaan kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan daerah yang aman, kondusif, serta mampu meminimalisasi tindak kejahatan.


Salah satu program yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Program Jaga Desa yang dipaparkan oleh jajaran Kejaksaan. Program ini dinilai sebagai langkah preventif dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui pendampingan hukum kepada aparatur desa agar menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Program Jaga Desa yang dipaparkan oleh jajaran Kejaksaan harus terus dikawal dan diperkuat. Apalagi Provinsi Banten berbatasan dengan sejumlah objek vital nasional yang strategis, sehingga upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat tata kelola pemerintahan hingga ke tingkat desa menjadi sangat penting," ujar Ade Yuliasih.

Ia juga mengapresiasi langkah Kejati Banten yang mengedepankan pendekatan pencegahan melalui pendampingan kepada aparatur desa. 

"Program Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik. Pendampingan seperti ini sangat penting agar aparatur desa memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelola anggaran sekaligus terhindar dari persoalan hukum," tambahnya.  

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Bernadeta Maria Erna Elastiyani, memaparkan kondisi penegakan hukum di wilayah Banten. Ia menyampaikan bahwa tindak pidana narkotika masih menjadi bentuk kejahatan yang paling menonjol di Provinsi Banten. Selain itu, kasus kejahatan asusila dan penistaan agama juga menjadi perhatian dalam upaya penegakan hukum di daerah Banten hingga kini. 

Terakhir, Ade Yuliasih berharap momentum ini menjadi langkah memperkuat koordinasi antara DPD RI dan Kejati Banten dalam mendukung upaya pencegahan tindak pidana, memperkuat tata kelola pemerintahan hingga tingkat desa, serta menciptakan kondisi keamanan yang kondusif bagi masyarakat Banten.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya