Berita

(Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Bisnis

Penuhi Kebutuhan Biodiesel B50, PTPN IV PalmCo Dorong Peningkatan Panen Sawit Rakyat

KAMIS, 23 JULI 2026 | 22:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Peningkatan produktivitas di sektor hulu kelapa sawit melalui penerapan riset, penggunaan bibit unggul, dan penguatan kelembagaan petani menjadi satu hal penting untuk dilakukan. 

Bagi PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo), hal ini krusial untuk menyeimbangkan tingginya permintaan hilirisasi, khususnya dalam pemenuhan mandatori biodiesel B50, tanpa harus mengorbankan stabilitas pasokan ekspor nasional.

Hal itu tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, saat hadir sebagai Keynote Speaker dalam pembukaan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Jakarta.


"Hari ini kita menghadapi sebuah paradoks kelapa sawit nasional. Misi hilir sangat jelas dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, kemandirian energi B50," kata Jatmiko dalam keterangan tertulis, Kamis 23 Juli 2026. 

"Di sisi lain, kita juga perlu terus menjalankan ekspor secara berkelanjutan. Sekarang kalau kita tengok realitas hulu kita, produktivitas CPO cenderung stagnan," papar Jatmiko.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Jatmiko menekankan bahwa kuncinya ada pada peningkatan produktivitas, khususnya pada perkebunan sawit rakyat yang mencakup sekitar 42 persen dari total luasan lahan nasional.

"Seandainya satu ton saja produktivitas masyarakat naik, itu ada tambahan suplai CPO 6.000.000 ton. Kebutuhan biodiesel B50 langsung bisa kita jalankan. Ini gap yang mesti kita jawab," tegasnya.

Sebagai pembuktian kontribusi perusahaan, Jatmiko memaparkan inisiatif perusahaan dalam membuka akses ketersediaan bibit bersertifikat bagi pekebun secara luas, serta optimalisasi pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit (POME) menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT) Biometana.

"Bibit unggul, ini yang mungkin saya perlu ajakin teman-teman pengusaha, ayo kita buka bibit unggul kita, tetapi tidak harus menjadi mitra kita, siapapun boleh datang dan beli," demikian Jatmiko.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya