Berita

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Pembenahan PT Pos Indonesia, Manajemen Baru Laporkan Koreksi Pembukuan Rp9 Triliun

KAMIS, 23 JULI 2026 | 20:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pembenahan PT Pos Indonesia menjadi salah satu agenda yang terus dikawal oleh BP BUMN bersama Danantara. 

Langkah ini menyusul laporan manajemen baru PT Pos Indonesia mengenai hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.

Untuk mengawal pembenahan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi di Jakarta.


Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis.

Dalam arahannya, Dony menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan harus dilakukan secara serius dan menyentuh akar persoalan perusahaan.

"Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Kamis 23 Juli 2026.

Selain memastikan proses restrukturisasi berjalan komprehensif, pembenahan juga difokuskan pada strategi penataan keuangan yang efektif dan efisien guna mengurangi beban biaya perusahaan. 

Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan melalui pelibatan intercompany untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.

Dony menekankan bahwa seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis dan memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten.

"Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu," demikian Dony.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya