Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Laut Merah Ikut Memanas, Harga Minyak Tembus Level Tertinggi dalam Enam Pekan

KAMIS, 23 JULI 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan pada perdagangan Kamis (23/7/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Minyak mentah Brent naik 1,93 Dolar AS atau sekitar 2 persen menjadi 96 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak 8 Juni 2026. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,44 Dolar AS atau 1,7 persen menjadi 88,27 Dolar AS per barel, setelah sehari sebelumnya juga melonjak hampir 3 persen, menurut laporan Reuters.

Penguatan harga dipicu memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Militer AS dilaporkan kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ke-12 berturut-turut. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran apabila kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz kembali menjadi sasaran serangan.


Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali mereka dan "sepenuhnya tertutup" selama operasi militer AS masih berlangsung. Iran juga mengklaim sebuah kapal tanker minyak terbakar akibat ledakan saat melintasi jalur di selatan Selat Hormuz, sementara dua kapal tanker lainnya dilaporkan berbalik arah.

Tekanan terhadap pasar energi semakin besar setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kelompok yang didukung Iran tersebut mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Saudi di Laut Merah dan memperingatkan kapal-kapal lain agar tidak menuju pelabuhan Saudi. Reuters menyebut klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Memanasnya situasi di Selat Hormuz dan Laut Merah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kelancaran distribusi minyak dunia. Pasalnya, kedua jalur pelayaran tersebut merupakan rute strategis bagi pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah ke berbagai negara.

Di tengah meningkatnya risiko geopolitik, data fundamental justru menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat bertambah. Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah naik 2 juta barel pada pekan lalu, berbanding terbalik dengan proyeksi analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 1,1 juta barel.

Meski demikian, pasar masih lebih menaruh perhatian pada eskalasi konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap potensi terganggunya pasokan minyak global menjadi faktor dominan yang terus menopang kenaikan harga minyak.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya