Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Wall Street Tertekan Menanti Kinerja Raksasa Teknologi

KAMIS, 23 JULI 2026 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kehati-hatian menyelimuti perdagangan bursa saham Amerika Serikat (AS) menjelang rilis laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi. Investor memilih menunggu hasil kinerja emiten-emiten besar tersebut untuk mencari petunjuk baru mengenai prospek sektor teknologi dan perkembangan investasi kecerdasan buatan (AI).

Sikap wait and see itu membuat mayoritas indeks Wall Street bergerak melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, waktu setempat. Nasdaq Composite memimpin penurunan setelah turun 146,30 poin atau 0,57 persen ke level 25.690,90. 

Sementara itu, S&P 500 melemah 10,24 poin atau 0,14 persen menjadi 7.498,96. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 6,06 poin atau 0,01 persen ke posisi 52.218,58.


Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi. Meski demikian, pergerakan di sektor ini tidak sepenuhnya seragam. Saham perusahaan perangkat lunak masih tertekan, sedangkan saham semikonduktor mulai menunjukkan pemulihan. Indeks Philadelphia Semiconductor bahkan naik 0,4 persen setelah berbalik menguat dari pelemahan di awal sesi dan mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut.

Perhatian investor kini tertuju pada laporan keuangan Alphabet dan Tesla, dua anggota kelompok "Magnificent Seven" yang menjadi perusahaan teknologi besar pertama yang merilis kinerja kuartalan. Hasil laporan tersebut dinilai penting untuk mengukur apakah investasi besar-besaran di bidang AI mulai menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan laba.

Saham Alphabet turun 1,5 persen setelah pasar mencermati kabar penundaan peluncuran model AI andalannya. Sementara itu, saham Tesla melemah 1,3 persen pada perdagangan reguler dan kembali turun sekitar 3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan melaporkan arus kas bebas (free cash flow) negatif untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Di tengah tekanan pasar, Super Micro Computer justru melesat 19,8 persen setelah mengumumkan pesanan baru senilai lebih dari 60 miliar Dolar AS pada kuartal keempat. Kenaikan tersebut turut mendorong saham Dell Technologies naik 9,3 persen dan Hewlett Packard Enterprise menguat 3 persen.

Sentimen pasar juga dibayangi kenaikan harga minyak sekitar 3 persen ke level tertinggi dalam enam pekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi sehingga investor semakin berhati-hati. Selain itu, pelaku pasar masih memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga hingga akhir 2026, meski peluang kenaikan suku bunga masih tetap diperhitungkan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya