Berita

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo. (Foto: Hersubeno Point)

Politik

Gatot Nurmantyo Ingatkan Prabowo Ada Ancaman Perang Kognitif

KAMIS, 23 JULI 2026 | 07:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Prabowo Subianto saat ini berisiko terjebak dalam ruang gema (echo chamber) di lingkaran istana. Kondisi ini berpotensi membuat pemerintah lengah menghadapi strategi cognitive warfare atau perang kognitif yang memicu destabilisasi politik nasional.

Perang kognitif dilakukan secara masif dan terstruktur dengan cara merusak persepsi publik, memicu kebingungan di tengah masyarakat, serta mengikis kepercayaan terhadap kepemimpinan nasional. Kondisi ini diperparah oleh akumulasi isu simpang siur dan kebijakan yang berbenturan di tingkat kementerian/lembaga.

Demikian antara lain disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam diskusi di kanal YouTube Hersubeno Point sebagaimana dikutip redaksi, Kamis, 23 Juli 2026. 


Secara khusus, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menyoroti pembentukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri di akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo, yang menurutnya berpotensi bergeser fungsi jika tidak dikawal secara ketat.

"Kortas Tipikor ini menjadi instrumen penegakan hukum yang sangat kuat dan membuat banyak pihak khawatir. Jika situasi perselisihan antarinstitusi penegak hukum terus dibiarkan tanpa ketegasan, legitimasi pemerintah di mata publik yang menjadi taruhannya," ujar Gatot.

Sorotan Gatot ini mengemuka di tengah dinamika intensif yang melibatkan lembaga-lembaga penegak hukum utama. Isu gesekan dan benturan kewenangan antara Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) belakangan kerap menjadi perhatian publik, meski pimpinan kedua lembaga telah berulangkali menegaskan soliditas mereka kepada masyarakat.

Menurut Gatot, narasi ketegangan serta tumpang tindih fungsi di tingkat elite penegak hukum adalah contoh nyata celah yang dimanfaatkan dalam cognitive warfare.

Jika pembisik Istana hanya menyampaikan laporan serba baik (echo chamber), Presiden tidak akan melihat ancaman erosi kepercayaan publik yang sedang berjalan secara perlahan.

Sebab itu, Gatot mendesak Kepala Negara untuk segera mengambil tindakan tegas dan melakukan pembenahan internal di jajaran kabinet maupun aparat penegak hukum agar stabilitas politik nasional tetap terjaga.

"Momentum ini harus dimanfaatkan Presiden untuk bersih-bersih dan menunjukkan kepemimpinan yang solid demi kepentingan rakyat," tegasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya