Berita

Peletakan batu pertama proyek Indonesia Mass Transit Project di Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kemenhub)

Politik

Proyek MASTRAN, Kemenhub Garap BRT Cekungan Bandung Senilai Rp1,3 Triliun

RABU, 22 JULI 2026 | 14:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah memperkuat komitmen penataan transportasi perkotaan berkelanjutan. Komitmen ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) di Leuwipanjang BRT Depot Site, Kabupaten Bandung, Rabu, 22 Juli 2026.

Groundbreaking oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ini menjadi fondasi awal pembangunan fisik Bus Rapid Transit (BRT) di Kawasan Cekungan Bandung.

Menhub menegaskan, hadirnya BRT merupakan strategi pemerintah mengurai kemacetan dan menjawab tantangan mobilitas metropolitan yang terus berkembang.


"Groundbreaking hari ini menjadi tonggak penting mewujudkan layanan transportasi publik yang modern di Kawasan Cekungan Bandung. Kita ingin menghadirkan angkutan umum yang nyaman, aman, tepat waktu, dan terintegrasi," ujar Menhub Dudy.

Proyek MASTRAN di Cekungan Bandung bakal melayani lima daerah sekaligus, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Tahap awal pengembangan mencakup pembangunan jalur khusus sepanjang 21 kilometer, 34 stasiun BRT, 18 rute direct service, 719 bus stop, hingga ratusan armada bus terintegrasi.

Secara total, program MASTRAN nasional ditopang anggaran Rp3,8 triliun dari pinjaman Bank Dunia sebesar 224 juta Dolar AS, Agence Francaise de Developpement (AFD) 40 juta Dolar AS, serta APBN. Khusus infrastruktur BRT Cekungan Bandung, alokasi investasinya menelan Rp1,3 triliun.

Berdasarkan kalkulasi Bank Dunia, BRT Cekungan Bandung diproyeksikan mampu melayani 99 ribu penumpang per hari, memangkas waktu tempuh 11 persen, serta menekan emisi karbon hingga 196 ribu ton CO2.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan kerja sama Public Service Obligation (PSO) antara Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota setempat guna menjamin tarif tetap terjangkau.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut positif dimulainya proyek modernisasi transportasi publik tersebut.

"Ini kebahagiaan bagi masyarakat Bandung Raya. Kita memasuki era baru di mana transportasi publik menjadi kebutuhan dasar," kata Dedi.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran kepala daerah Bandung Raya, di antaranya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, serta perwakilan World Bank dan AFD.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya