Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar di acara Sidang Raya XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026 (Foto: Kemenag)

Nusantara

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

RABU, 22 JULI 2026 | 10:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Semangat sinodalitas yang diusung Gereja Katolik sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yakni musyawarah dan gotong royong. 

Hal itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Sidang Raya XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

“Saya percaya bahwa semangat sinodalitas Gereja Katolik memiliki kesamaan dengan nilai-nilai luhur Indonesia, yaitu ‘musyawarah’ dan ‘gotong royong’, yang bermakna melangkah bersama demi mewujudkan kebaikan bersama,” ujar Menag, dikutip redaksi Rabu 22 Juli 2026.


Di hadapan ratusan pemimpin Gereja Katolik se-Asia, Nasaruddin menegaskan bahwa berbagai krisis global saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan ekonomi atau politik. Konflik bersenjata, polarisasi sosial, ekstremisme, ketimpangan ekonomi, krisis iklim, gelombang migrasi, hingga disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membutuhkan fondasi moral yang kuat.

“Dalam situasi demikian, agama memikul tanggung jawab moral yang jauh lebih besar. Agama tidak boleh sekadar menjadi identitas. Agama harus menjadi energi yang menghadirkan kekuatan besar bagi pembangunan perdamaian dan rekonsiliasi,” tegasnya.

Menurut Menag, nilai kasih, kebaikan, dan kepedulian harus menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan di tengah keberagaman. Karena itu, tokoh agama memiliki tanggung jawab untuk memastikan agama tetap menjadi pilar pemersatu, bukan sumber perpecahan.

Ia juga menilai semangat berjalan bersama demi kebaikan bersama sejalan dengan tema Sidang Raya XII FABC, The Call to Synodal Conversion and the Mission to Be Bridges and Bridge-Builders in Asia. Tema tersebut dinilai relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Asia saat ini.

Pandangan itu mendapat sambutan dari Presiden FABC, Kardinal Filipe Neri Ferrão. Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekayaan utama Asia, selaras dengan semangat *Bhinneka Tunggal Ika* yang menjadi identitas Indonesia.

“Di Asia, bukan hanya manusianya yang berpakaian penuh warna; alam kita, seluruh benua Asia pun sangat kaya akan warna, tempat kita merayakan semboyan Unity in Diversity atau kesatuan dalam keberagaman,” kata Kardinal Ferrão.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia terhadap penyelenggaraan Sidang Raya FABC.

Sementara itu, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengatakan Sidang Raya FABC bukan sekadar pertemuan para uskup, tetapi ruang bersama untuk mendengarkan suara masyarakat yang paling rentan di Asia.

“Sidang ini lebih dari sekadar pertemuan para uskup. Ini adalah saat yang kudus untuk mendengarkan Roh Kudus, mendengarkan satu sama lain, serta mendengarkan suara umat di Asia, khususnya kaum perempuan, orang miskin, mereka yang terpinggirkan, para migran dan pengungsi, serta semua orang yang hidupnya sedang dipengaruhi oleh perubahan sosial dan digital yang pesat,” paparnya.

Mgr. Antonius juga mengutip pesan Paus Fransiskus agar Gereja selalu mendengarkan sebelum berbicara dan mendampingi sebelum menghakimi. Menurutnya, pesan itu sejalan dengan ajakan Paus Leo XIV dalam pidato perdananya pada 8 Mei 2025 agar Gereja aktif membangun jembatan dialog dan keterbukaan.

Sidang Raya XII FABC berlangsung di Jakarta pada 20–26 Juli 2026 dan diikuti lebih dari 120 kardinal serta uskup dari 22 konferensi waligereja di Asia. Selain mempererat persaudaraan antarumat beragama, forum tersebut juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah bersama dalam menghadapi krisis lingkungan dan berbagai tantangan kemanusiaan di kawasan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya