Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher. (dok. Fraksi PKS)

Politik

DPR Dorong Pemerintah Beri Insentif Kader Posyandu

RABU, 22 JULI 2026 | 08:57 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah didorong tidak hanya memperluas tugas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), tetapi juga memberikan insentif bagi para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher, beban kerja kader Posyandu terus bertambah seiring penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Kita berharap pemerintah tidak hanya meningkatkan kapasitas kader Posyandu, tetapi juga tidak melupakan insentif mereka. Besaran insentif dapat disesuaikan dengan kemampuan setiap daerah agar para kader tetap bersemangat dan termotivasi mengelola Posyandu dengan baik," kata Netty kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu, 22 Juli 2026. 


Politikus PKS itu menilai besaran insentif tidak perlu diseragamkan karena kemampuan fiskal tiap daerah berbeda. Yang terpenting, pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan kepada para kader.

"Setiap daerah memiliki kemampuan berbeda sehingga kita tidak bisa mematok atau memaksakan jumlahnya harus sekian. Namun, setidaknya perhatian dari pemerintah daerah menjadi bukti bahwa pekerjaan yang dilakukan kader Posyandu merupakan sesuatu yang penuh perjuangan," ujarnya.

Netty menjelaskan, kader Posyandu kini tidak hanya menangani penimbangan balita, pencatatan pertumbuhan anak, dan penanganan stunting, tetapi juga pendataan sanitasi hingga membantu distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian yang seimbang antara penambahan tugas dan kesejahteraan kader agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya