Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya: APBN Siap Tambal Kekurangan Dana Pembangunan PFII

RABU, 22 JULI 2026 | 00:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa digunakan untuk menutup kekurangan dana dalam pengembangan tahap awal Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Menurut Purbaya, sumber pendanaan utama pembangunan PFII tetap berasal dari investor dan modal awal yang disiapkan Danantara. 

Peran APBN, kata Purbaya hanya sebagai langkah antisipasi jika terdapat kebutuhan operasional seperti pembayaran gaji sumber daya manusia (SDM) di masa awal operasional.


"Nanti kan investornya akan mengeluarkan dana pertama untuk membangun di sana, termasuk macam-macam. Cukup besar uangnya, bukan APBN. Tapi in case mereka kekurangan uang untuk membayar gaji-gajinya, bisa ditutup oleh APBN untuk sementara dalam jangka waktu tertentu," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, pada Selasa 21 Juli 2026.

Dia menegaskan, porsi dana APBN yang disiapkan tidak akan besar jika dibandingkan dengan keseluruhan kebutuhan pembangunan PFII yang sebagian besar didukung oleh Danantara.

Meski demikian, Purbaya enggan mengungkap besaran anggaran yang disiapkan pemerintah maupun nilai investasi yang akan dikucurkan Danantara. Menurutnya, kewenangan untuk mempublikasikan angka tersebut berada di pihak Danantara.

"Tanya Danantara aja angkanya jelas berapa, bukan wewenang saya untuk mengeluarkan angka itu. Tapi saya (APBN) antisipasi enggak besar-besar amat, karena yang digelontorkan oleh Danantara menurut saya sih lebih dari cukup. Ini kan untuk jaga-jaga aja," katanya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani juga belum bersedia mengungkap nilai dana yang akan dialokasikan untuk pembangunan PFII. 

Ia menjelaskan, proses pendanaan masih akan melalui sejumlah tahapan, termasuk pembahasan di komite investasi.

"Akan ada tahapannya ya. Nanti kita juga ada masuk ke investment committee dan yang lain-lainnya. Jadi akan ada tahapannya," ujar Rosan di Kompleks Parlemen.

Rosan menambahkan, pemerintah telah berdiskusi dengan sejumlah pengelola pusat keuangan internasional di berbagai negara guna mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan PFII. Di antaranya adalah Dubai International Financial Centre (DIFC) dan Abu Dhabi Global Market.

Bahkan, menurutnya, pengembangan PFII juga melibatkan konsultan yang berasal dari mantan jajaran pimpinan DIFC.

"Kemungkinan juga saya kira konsultannya dari timnya DIFC, dari mantan CEO-nya DIFC. Jadi untuk memastikan bahwa ini benar-benar sesuai dengan best practice yang ada, yang sudah berhasil, seperti contohnya yang di Dubai itu," tandas Rosan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya