Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026 (Foto: Istimewa)

Politik

Istana Ungkap Alasan Prabowo-Gibran Tak Duduk Berdampingan di Sidang Kabinet

SELASA, 21 JULI 2026 | 15:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin kemarin, 20 Juli 2026.

Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026, Prasetyo mengatakan perubahan tata letak kursi tersebut semata-mata disebabkan kebutuhan teknis. 

Prabowo disebut ingin memaparkan evaluasi program prioritas pemerintah sekaligus capaian selama masa pemerintahan dengan dukungan data yang ditampilkan melalui teleprompter.


Sehingga posisi Prabowo berada di tengah barisan, sementara Gibran duduk berdampingan dengan jajaran menteri. 

“Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ujarnya kepada awak media. 

Mensesneg juga membantah anggapan bahwa perubahan posisi tempat duduk tersebut berkaitan dengan ketidaksetaraan antara Presiden dan Wakil Presiden. 

Prasetyo memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran tetap solid dan seluruh jajaran kabinet fokus menjalankan program kerja serta prioritas nasional demi kepentingan masyarakat dan bangsa.

“Tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden. Menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat," tegasnya. 

Posisi duduk Wapres Gibran dalam Sidang Kabinet Paripurna Senin, 20 Juli 2026 menjadi sorotan karena ditempatkan di barisan kanan sejajar dengan sejumlah menteri serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Posisi tersebut berbeda dengan sidang kabinet pada 13 Maret 2026, saat Gibran duduk berdampingan dengan Prabowo.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya