Berita

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)

Politik

Retret Bukan Jaminan Kepala Daerah Tidak Korupsi

SELASA, 21 JULI 2026 | 15:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengaku heran masih banyak kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) meski telah mendapat pembekalan dari pemerintah menuai tanggapan dari Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera.

Menurut Mardani, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan retret, seminar, maupun forum diskusi. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta memperkuat integritas para kepala daerah.

"Korupsi tidak selesai dengan retret, seminar, atau FGD. Perlu transparansi dan akuntabilitas hingga keteladanan. Bangun integritas kepala daerah dengan ilmu dan iman," kata Mardani lewat akun X miliknya, Selasa, 21 Juli 2026.


Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengaku heran masih banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Padahal, menurut Tito, para kepala daerah telah mendapat arahan langsung dari pemerintah, termasuk saat mengikuti retret kepala daerah di Magelang yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Namun demikian, Tito menilai pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat sehingga pada akhirnya semua kembali kepada integritas masing-masing individu.

Menanggapi hal tersebut, Mardani menegaskan bahwa jabatan kepala daerah merupakan amanah besar yang seharusnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

"Kepala daerah itu ladang amal di dunia dan panen pahala di akhirat jika dilaksanakan dengan amanah," ujarnya.

Politikus PKS itu juga mengingatkan para kepala daerah agar tidak tergoda melakukan praktik korupsi demi mengejar keuntungan materi. Menurutnya, persoalan rezeki telah diatur oleh Tuhan, sedangkan menjaga nama baik dan integritas justru akan menghadirkan keberkahan.

"Bab rezeki semua sudah diatur. Nama baik dan harum justru akan mendatangkan rezeki yang halalan thayyiba," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya