Berita

Ilustrasi Guru

Politik

Perhatian Prabowo ke Guru Harus Diwujudkan Lewat Kenaikan Gaji

SELASA, 21 JULI 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya memahami persoalan yang masih dihadapi masyarakat, termasuk rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, dan masih tingginya angka kemiskinan ekstrem.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, Presiden Prabowo memang sangat memahami kondisi para guru di Indonesia. Hal itu terlihat dari perhatian Presiden terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

“Presiden Prabowo sangat memahami kondisi guru. Beliau selalu memberikan perhatian terhadap para guru dan dunia pendidikan,” kata Lalu Hadrian, Selasa, 21 Juli 2026.


Namun demikian, Lalu Hadrian meminta agar perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan konkret, terutama dengan menaikkan gaji guru, baik guru PNS maupun non-PNS.

“Masih banyak guru yang mendapatkan gaji sangat kecil dan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, saya mendorong agar pemerintah terus meningkatkan kesejahteraan guru, baik guru PNS maupun non-PNS,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi salah satu prioritas pemerintah. Sebab, guru merupakan ujung tombak pendidikan nasional yang memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kalau kesejahteraan guru rendah, sangat sulit kita mengharapkan pendidikan yang berkualitas. Guru harus mendapatkan penghargaan dan kesejahteraan yang layak agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” tegas Lalu Hadrian.

Ia menambahkan, pernyataan Presiden Prabowo bahwa pemerintah memahami berbagai persoalan masyarakat harus diikuti dengan langkah nyata dan kebijakan yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Pemerintah mendapatkan mandat dari rakyat untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun pendidikan nasional yang berkualitas,” tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya