Berita

(Foto: Dok. Polres Garut)

Presisi

Tergiur Untung Berlipat, Tukang Tahu Bulat Nyambi Jualan Tembakau Sintetis

LAPORAN: JAYADI SUPRIYADIN*
SELASA, 21 JULI 2026 | 14:39 WIB

Tergiur untung berlipat, penjual tahu bulat di Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, nekat nyambi jualan tembakau sintetis secara online kepada konsumen. 

"Itu (jualan tahu bulat) hanya covernya saja, yang bersangkutan kita amankan bersama barang bukti narkoba jenis tembakau sintetis sebanyak 15,62 gram," ujar Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto dikutip Selasa 21 Juli 2026.

Menurutnya, pengungkapan kasus perdagangan tembakau sintetis yang dilakukan pedagang tahu bulat, hanya kasus kecil dari maraknya penjualan barang haram itu di wilayah hukum Garut.


"Untuk lokasinya yang bersangkutan berjualan di Tarogong Kidul, jualan sambil jual itu (tembakau sintetis)," ujar dia.

Saat ini perang terhadap narkoba terus digencarkan Polres Garut. Tercatat, dalam dua bulan terakhir sejak Juni lalu, Satres Narkoba Polres Garut sukses mengungkap 13 kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat-obatan tertentu (OOT). 

"Ada sekitar 20 orang tersangka diamankan, dan  seluruhnya laki-laki," ujar dia.

Tidak hanya itu, petugas juga menyita 106 paket sabu seberat 78,1 gram, 113 paket tembakau sintetis dengan berat mencapai 639,43 gram, 20 paket psikotropika berisi 60 butir, serta 139 paket obat-obatan tertentu sebanyak 844 butir. 

"Kami akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba tanpa pandang bulu," katanya.

Selain mengungkap 13 kasus baru, penyidik juga menuntaskan 14 perkara yang terdiri atas tujuh kasus narkotika, satu kasus psikotropika, dan enam perkara tindak pidana di bidang kesehatan. 

Dengan upaya itu, Dany mengklaim telah menyelamatkan sekitar 1.134 jiwa warga Garut, dari ancaman penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat-obatan tertentu. 

"Ini adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika," ujar dia menegaskan.

Kasatres Narkoba Polres Garut AKP Usep Sudirman menyatakan, perang melawan narkoba perlu melibatkan semua pihak, tidak hanya mengandalkan ketegasan aparat hukum semata.

"Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan Kabupaten Garut yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba," pungkasnya.
*Kontributor Garut

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya