Berita

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

SiLPA APBN 2026 Tembus Rp255,5 Triliun

DPR Kecewa Banyak Duit Nganggur, Negara Tetap Bayar Bunga Utang

SELASA, 21 JULI 2026 | 14:36 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBN 2026 tercatat mencapai Rp255,5 triliun. Angka ini disebut belum pernah terjadi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan, besarnya dana yang belum terserap itu perlu dievaluasi karena pemerintah tetap menanggung beban bunga utang, meski dana tersebut belum digunakan untuk program pembiayaan maupun investasi yang menghasilkan manfaat ekonomi.

Menurut Said, selama 11 tahun berada di Banggar DPR, rata-rata SiLPA biasanya berada di kisaran Rp70 triliun. Namun, laporan pemerintah hingga Juni 2026 menunjukkan angka yang jauh lebih besar.


"Rp255,5 triliun dan itu belum pernah terjadi," kata Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 21 Juli 2026. 

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, tingginya SiLPA perlu dilihat dari sisi perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah. Sebab, dana yang seharusnya dapat digunakan untuk pembiayaan dan investasi justru belum bergerak hingga pertengahan tahun.

"Pembiayaan dan investasi yang seharusnya membuat dana Rp255,5 triliun menjadi produktif justru tidak produktif, bahkan menjadi beban," kata Said.

Said menilai kondisi tersebut menjadi persoalan karena pemerintah tetap harus membayar bunga dari utang yang sudah dihimpun untuk menyediakan dana tersebut.

"Negara tetap menanggung beban bunga utang sekitar 7,2 persen. Utangnya sudah dikumpulkan, bunganya dibayar, tetapi dananya belum digunakan," kata Said.

Karena itu, Banggar DPR meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara agar setiap rupiah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kebijakan yang bagus, kalau implementasi melalui petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya tidak baik, maka output dan outcome-nya juga tidak akan bagus," kata Said.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya