Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Di AMM Manila, Sugiono Tegaskan Kredibilitas ASEAN Ditentukan Hasil Nyata

SELASA, 21 JULI 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa kredibilitas ASEAN akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menerjemahkan berbagai komitmen yang telah disepakati menjadi hasil nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam sesi pleno Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) di Manila, Filipina, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurutnya, ASEAN telah menunjukkan kapasitas untuk terus berkembang, namun kini menghadapi tantangan yang lebih besar untuk membuktikan seluruh janji dan komitmennya.


“ASEAN telah membuktikan bahwa organisasi ini mampu berkembang. Sekarang pertanyaan yang lebih menantang: apakah ASEAN mampu memenuhi janji-janjinya?” ujar Menlu Sugiono.

Sugiono menilai, salah satu ujian utama ASEAN adalah kemampuannya menjaga perdamaian dan memastikan kawasan tetap berlandaskan aturan. 

Untuk itu, Indonesia mendorong penyelesaian Code of Conduct di Laut Cina Selatan pada tahun ini secara efektif, substantif, dan berlandaskan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

“Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya aturan di laut. Mereka tidak seharusnya menunggu satu tahun lagi. Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berdasarkan kekuatan,” tegasnya.

Selain perdamaian dan stabilitas, kredibilitas ASEAN juga harus diwujudkan melalui penguatan pelindungan terhadap masyarakat. 

Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum untuk memperkuat koordinasi perlindungan warga negara ASEAN di luar negeri, terutama ketika menghadapi konflik maupun situasi darurat.

Menjelang peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027, Indonesia turut mendorong penguatan mandat dan sumber daya ASEAN agar sejalan dengan ambisi Visi Komunitas ASEAN 2045. 

“Dokumennya sudah lengkap. Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” tutup Menlu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya